Page Nav

HIDE

Berita24.com

latest

Responsive Ads

Hasil Deportivo La Coruña vs Real Madrid 0-1: Brahim Díaz Menentukan Kemenangan di Trofeo Teresa Herrera

Hasil Deportivo La Coruña vs Real Madrid 0-1: Brahim Díaz Menentukan Kemenangan di Trofeo Teresa Herrera Berita24.com - Real Madrid meraih...

Hasil Deportivo La Coruña vs Real Madrid 0-1: Brahim Díaz Menentukan Kemenangan di Trofeo Teresa Herrera
Hasil Deportivo La Coruña vs Real Madrid 0-1: Brahim Díaz Menentukan Kemenangan di Trofeo Teresa Herrera

Berita24.com
- Real Madrid meraih kemenangan tipis 1-0 atas Deportivo La Coruña dalam pertandingan persahabatan pramusim yang menjadi bagian dari Trofeo Teresa Herrera 2026. Duel berlangsung di Estadio ABANCA-Riazor, A Coruña, pada Rabu, 12 Agustus 2026 pukul 21.00 waktu setempat atau Kamis, 13 Agustus 2026 pukul 02.00 WIB. Satu-satunya gol dalam pertandingan ini dicetak Brahim Díaz pada pengujung babak pertama setelah menerima distribusi cepat dari penjaga gawang Andriy Lunin. Hasil tersebut membuat Real Madrid membawa pulang salah satu trofi persahabatan bersejarah dalam sepak bola Spanyol.

Pertandingan ini memiliki makna lebih dari sekadar agenda pemanasan menjelang musim baru. Deportivo menghadapi salah satu klub terbesar Spanyol di hadapan pendukungnya sendiri setelah kembali ke level tertinggi kompetisi domestik, sementara Real Madrid menggunakan pertandingan tersebut untuk menguji struktur permainan, kebugaran pemain, kombinasi lini tengah, serta sejumlah alternatif taktik. Trofeo Teresa Herrera 2026 merupakan edisi ke-81 dari turnamen tradisional yang digelar di A Coruña, sehingga duel tersebut juga memiliki nilai historis bagi kedua klub.

Real Madrid Menang Tipis dalam Laga yang Ketat

Skor akhir 0-1 menggambarkan pertandingan yang berjalan relatif seimbang dalam sebagian besar periode permainan. Real Madrid lebih banyak menguasai bola, tetapi keunggulan penguasaan tersebut tidak langsung menghasilkan banyak gol. Deportivo mampu menjaga organisasi pertahanannya dengan cukup baik dan berusaha membatasi ruang bagi pemain-pemain ofensif tim tamu. Madrid pada akhirnya membutuhkan satu momen transisi cepat untuk memecahkan kebuntuan.

Berdasarkan statistik pertandingan, Real Madrid mencatat sekitar 56 persen penguasaan bola, sedangkan Deportivo memperoleh 44 persen. Madrid melepaskan 13 tembakan dibandingkan 10 percobaan milik tuan rumah. Perbedaannya terlihat lebih jelas ketika kualitas peluang diperhitungkan. Nilai expected goals Real Madrid tercatat sekitar 1,09, sedangkan Deportivo sekitar 0,35. Madrid juga menghasilkan dua peluang besar, sementara Deportivo tidak mencatat peluang yang dikategorikan sebagai big chance.

Data sentuhan di kotak penalti lawan memperlihatkan pola serupa. Pemain Real Madrid melakukan 28 sentuhan di kotak penalti Deportivo, sedangkan tuan rumah hanya mencatat 10 sentuhan di area penalti Madrid. Angka tersebut menunjukkan bahwa tim tamu memiliki akses yang lebih sering menuju zona berbahaya, meskipun penyelesaian akhirnya belum cukup efektif untuk menghasilkan kemenangan dengan margin lebih besar.

Jalannya Deportivo La Coruña vs Real Madrid

Deportivo Tidak Membiarkan Madrid Menguasai Pertandingan dengan Mudah

Sejak menit awal, Real Madrid mencoba membangun serangan melalui penguasaan bola dan distribusi dari lini tengah. José Mourinho menempatkan Camavinga bersama Bernardo Silva sebagai bagian penting dalam pengelolaan permainan. Dalam fase tanpa bola, struktur Madrid relatif rapat, sedangkan ketika mendapatkan penguasaan, mereka berusaha membuka ruang melalui sisi lapangan dan pergerakan pemain di antara lini pertahanan Deportivo. Cadena SER mencatat bahwa Madrid pada babak pertama banyak menggunakan struktur dasar 4-2-3-1 sebelum melakukan sejumlah variasi setelah jeda.

Deportivo tidak memilih untuk sekadar bertahan rendah. Tim tuan rumah beberapa kali mencoba menekan Madrid sejak fase awal pembangunan serangan. Strategi itu membuat pertandingan cukup kompetitif, walaupun Madrid relatif mampu keluar dari tekanan dan mengontrol sebagian besar tempo permainan. Deportivo kemudian berusaha mencari peluang melalui umpan silang, bola mati dan tembakan dari luar area penalti ketika sulit memasuki kotak penalti lawan secara langsung.

Nama-nama seperti Lorenzo Amatucci dan Mario Soriano membantu Deportivo mempertahankan keseimbangan di lini tengah. Pierre-Emerick Aubameyang juga menjadi salah satu pemain yang mendapatkan perhatian pertahanan Madrid. Antonio Rüdiger bahkan menerima kartu kuning setelah melakukan pelanggaran terhadap Aubameyang dalam duel pada babak pertama. Catatan pertandingan AS menempatkan kartu Rüdiger pada sekitar menit ke-28, sebelum bek Jerman itu tidak melanjutkan permainan pada babak kedua.

Real Madrid Kesulitan Mengubah Dominasi Menjadi Peluang Bersih

Real Madrid memiliki pemain dengan kemampuan individual tinggi seperti Vinícius Júnior, Brahim Díaz, Arda Güler dan Endrick dalam susunan awal. Namun, keberadaan para pemain tersebut belum otomatis membuat Madrid mudah membongkar pertahanan Deportivo. Pergerakan Vinícius dari sisi kiri beberapa kali mencoba memaksa pertahanan lawan mundur, sementara Arda Güler berusaha menjadi penghubung menuju lini depan.

Peluang mulai terlihat lebih jelas menjelang berakhirnya babak pertama. Endrick memperoleh kesempatan setelah pergerakan dan distribusi dari area tengah, sementara situasi bola mati juga menciptakan tekanan di sekitar gawang Deportivo. AS mencatat bahwa Madrid mulai menemukan ruang yang lebih baik menjelang turun minum setelah sebelumnya banyak menguasai bola tanpa penetrasi yang benar-benar menentukan.

Kondisi tersebut menunjukkan perbedaan antara menguasai pertandingan dan benar-benar menghasilkan ancaman. Madrid memiliki lebih banyak bola, tetapi Deportivo mampu mempertahankan kedalaman dan jarak antarlini. Karena itu, momen yang akhirnya menghasilkan gol justru bukan berasal dari pembangunan serangan panjang, melainkan sebuah transisi yang berlangsung sangat cepat.

Gol Brahim Díaz Menjadi Pembeda

Serangan Balik Dimulai dari Andriy Lunin

Momen paling menentukan terjadi pada tambahan waktu babak pertama. Deportivo memperoleh kesempatan dari situasi sepak pojok. Lucas Noubi menyambut bola dengan sundulan, tetapi arah bola dapat diamankan Andriy Lunin. Penjaga gawang asal Ukraina tersebut tidak menahan bola terlalu lama. Ia segera membaca posisi pemain Madrid di depan dan melepaskan distribusi panjang dengan tangan melewati area tengah lapangan.

Brahim Díaz menerima distribusi itu dan kemudian melakukan rangkaian kontrol yang mengubah situasi bertahan menjadi serangan berbahaya hanya dalam beberapa detik. Ia mengontrol bola dengan dada, membawa bola melewati ruang terbuka sebelum mendekati pertahanan Deportivo, kemudian menyelesaikan serangan dengan tembakan rendah untuk menaklukkan Leo Román. Gol tersebut membawa Madrid unggul 1-0 menjelang berakhirnya babak pertama.

Aksi tersebut memperlihatkan mengapa fase transisi menjadi bagian penting dalam olah raga modern, khususnya sepak bola. Madrid hanya membutuhkan beberapa sentuhan untuk berpindah dari situasi bertahan menjadi peluang mencetak gol. Lunin berperan sebagai pemicu serangan, sementara kemampuan Brahim mengontrol bola dalam kecepatan tinggi memungkinkan Madrid mengeksploitasi pertahanan Deportivo yang belum kembali ke posisi ideal setelah sepak pojok.

Gol itu juga memperlihatkan kontribusi penjaga gawang yang semakin luas dalam sistem permainan modern. Lunin tidak sekadar melakukan penyelamatan, tetapi menjadi pemain pertama yang menginisiasi serangan. Dalam pencatatan pertandingan, distribusinya dihitung sebagai assist bagi gol Brahim. AS dan Cadena SER sama-sama menempatkan kombinasi Lunin-Brahim sebagai kejadian utama yang menentukan hasil laga.

Babak Kedua Diwarnai Rotasi Besar Real Madrid

Mourinho Mencoba Komposisi Baru

Seperti lazimnya pertandingan pramusim, babak kedua menjadi kesempatan bagi tim pelatih untuk menguji pemain dan struktur berbeda. José Mourinho melakukan beberapa pergantian ketika permainan kembali dimulai. Federico Valverde, Trent Alexander-Arnold, Carlos Espí dan Mario Rivas termasuk pemain yang mendapatkan kesempatan setelah jeda. Vinícius Júnior masih bertahan di lapangan sampai sekitar menit ke-71 sebelum digantikan Jorge Cestero.

Masuknya Valverde membantu Madrid memperoleh keseimbangan berbeda di area tengah. Bernardo Silva memiliki ruang lebih fleksibel ketika Valverde berada di dekat Camavinga. Mourinho juga menguji penggunaan Dumfries dalam posisi yang lebih maju ketika Trent Alexander-Arnold berada di lapangan. Percobaan tersebut menunjukkan bahwa pertandingan melawan Deportivo digunakan sebagai laboratorium taktik sebelum kompetisi resmi dimulai.

Dalam periode tertentu, Madrid menggunakan konfigurasi dengan tiga pemain tengah yang melibatkan Valverde, Camavinga dan Bernardo Silva. Menjelang akhir pertandingan, Mourinho bahkan mencoba struktur bertahan dengan lima pemain, dengan Álvaro Carreras dan Denzel Dumfries memiliki peran lebih lebar. Cadena SER mencatat bahwa Trent, Mario Rivas dan Dean Huijsen menjadi bagian dari lini belakang dalam eksperimen tersebut.

Perubahan struktur semacam ini relevan karena pertandingan pramusim tidak semata dinilai dari skor. Pelatih memiliki kesempatan untuk melihat respons pemain ketika sistem berubah, memahami kombinasi yang bekerja, dan mengetahui pemain mana yang dapat menjalankan lebih dari satu peran. Bagi Madrid, kemenangan 1-0 tetap positif, tetapi informasi mengenai fungsi pemain dalam berbagai konfigurasi kemungkinan memiliki nilai yang sama besarnya bagi tim pelatih.

Carlos Espí Hampir Menggandakan Keunggulan

Carlos Espí, yang masuk pada babak kedua menggantikan Endrick, memberikan energi berbeda di lini depan. Penyerang tersebut aktif mencari ruang di antara bek Deportivo dan beberapa kali menjadi sasaran umpan vertikal. Salah satu peluang terbaiknya berasal dari umpan Camavinga. Espí mampu menyelesaikan peluang tersebut menjadi gol, tetapi wasit menganulirnya karena posisi offside.

Walaupun gol itu tidak mengubah skor, pergerakan Espí memberikan pilihan baru bagi Madrid. Ia bermain sebagai penyerang tengah yang berusaha menyerang ruang di belakang lini pertahanan dan terlibat dalam duel fisik dengan bek Deportivo. AS menilai penampilannya sebagai salah satu aspek positif dari babak kedua, khususnya karena ia beberapa kali mampu menempatkan diri dalam posisi penyelesaian.

Madrid sebenarnya memiliki kesempatan untuk membuat pertandingan lebih aman melalui gol kedua. Akan tetapi, seperti pada babak pertama, efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan yang perlu ditingkatkan. Statistik dua peluang besar dan expected goals 1,09 menunjukkan bahwa peluang mencetak gol tambahan tersedia, tetapi hanya satu yang berhasil dikonversi.

Deportivo Meningkatkan Tekanan pada Akhir Pertandingan

Deportivo melakukan sejumlah pergantian untuk menjaga intensitas. David Mella, Giacomo Quagliata dan Miguel Loureiro termasuk pemain yang masuk pada awal babak kedua. Selanjutnya, Zakaria Eddahchouri, Kevin Sánchez, Arnau Comas, Dani Barcia, Teun Gijselhart dan Riki Rodríguez mendapatkan kesempatan dalam periode berikutnya. Rotasi tersebut membuat tuan rumah mempunyai energi baru untuk menekan Madrid pada fase akhir pertandingan.

Deportivo mulai lebih berani mendekati area penalti Madrid. Meski jumlah sentuhan mereka di kotak penalti lawan masih jauh di bawah Madrid, tekanan akhir pertandingan menuntut konsentrasi pertahanan tim tamu. Denzel Dumfries harus melakukan intervensi terhadap salah satu upaya Kevin Sánchez, sementara Lunin kembali menjadi figur penting ketika Deportivo mencoba mencari gol penyama kedudukan.

Lunin Menjaga Keunggulan Madrid Sampai Peluit Akhir

Jika kontribusi Lunin terhadap gol pertama menunjukkan kemampuan distribusinya, fase akhir pertandingan memperlihatkan tugas utamanya sebagai penjaga gawang. Deportivo memperoleh peluang yang memaksa kiper Ukraina itu melakukan intervensi penting pada menit-menit terakhir. AS mencatat adanya penyelamatan ganda Lunin ketika pertandingan memasuki tiga menit terakhir. Aksi tersebut menjaga Madrid tetap unggul 1-0.

Performa Lunin karena itu memiliki dua dimensi. Ia berkontribusi langsung terhadap gol kemenangan melalui distribusi cepat kepada Brahim dan kemudian melakukan penyelamatan untuk mempertahankan keunggulan. Dalam pertandingan dengan selisih hanya satu gol, kontribusi tersebut mempunyai pengaruh langsung terhadap hasil akhir.

Statistik Deportivo La Coruña vs Real Madrid

Secara statistik, pertandingan memperlihatkan keunggulan Madrid tanpa menunjukkan dominasi ekstrem. Real Madrid menguasai sekitar 56 persen bola berbanding 44 persen milik Deportivo. Jumlah tembakan juga relatif dekat, yaitu 13 untuk Madrid dan 10 untuk Deportivo. Namun, ketika kualitas peluang diperhatikan, perbedaannya lebih besar. Madrid menghasilkan expected goals sekitar 1,09 dibandingkan 0,35 milik Deportivo.

Perbedaan dua peluang besar berbanding nol memperlihatkan bahwa Madrid lebih mampu mengubah penguasaan menjadi situasi berbahaya. Hal yang sama terlihat dari jumlah sentuhan di kotak penalti. Madrid mencatat 28 sentuhan di area pertahanan Deportivo, hampir tiga kali lipat dari 10 sentuhan Deportivo di kotak penalti Madrid.

Namun angka tersebut sekaligus menjelaskan mengapa skor akhir hanya 1-0. Dari 28 sentuhan di kotak penalti dan 13 percobaan tembakan, Madrid hanya mendapatkan satu gol sah. Artinya, kemampuan memasuki zona serang sudah cukup baik, sementara konversi peluang masih dapat ditingkatkan menjelang pertandingan kompetitif.

Brahim Díaz Memanfaatkan Kesempatan dengan Efektif

Brahim Díaz menjadi nama utama dalam hasil pertandingan sepak bola ini karena kemampuannya memanfaatkan kesempatan ketika pertandingan belum menghasilkan banyak peluang bersih. Ia tidak memerlukan serangkaian kombinasi panjang untuk mencetak gol. Satu distribusi akurat Lunin dan kemampuan individu untuk menguasai bola dalam kecepatan tinggi sudah cukup untuk menentukan pertandingan.

Penampilannya menjadi relevan dalam konteks persaingan internal Real Madrid. Brahim bukan satu-satunya pemain yang dapat beroperasi di area antara lini tengah dan serangan. Madrid memiliki sejumlah pemain yang dapat bermain sebagai gelandang ofensif, penyerang sayap maupun pemain di belakang striker. Dalam kondisi seperti itu, kontribusi berupa gol dalam pertandingan persiapan memberikan argumen tambahan bagi seorang pemain untuk memperoleh menit bermain.

AS menilai Brahim tampil tajam dalam momen yang menentukan, sedangkan laporan pertandingan dari Cadena SER menempatkan golnya sebagai hasil sebuah serangan balik yang dimulai Lunin. Walaupun pertandingan secara keseluruhan tidak dipenuhi banyak kesempatan, Brahim mampu menghasilkan tindakan individual yang membedakan kedua tim.

Bernardo Silva Mulai Menemukan Peran di Lini Tengah

Selain Brahim dan Lunin, Bernardo Silva mendapat perhatian dalam eksperimen lini tengah Madrid. Mourinho memasangkannya dengan Camavinga dalam struktur dua gelandang pada babak pertama. Setelah Valverde masuk pada babak kedua, Bernardo memperoleh kebebasan lebih besar untuk bergerak dan berpartisipasi di area yang lebih ofensif.

Perubahan tersebut memperlihatkan persoalan taktis yang sedang dicari jawabannya oleh Madrid pada periode persiapan. Bernardo memiliki kualitas teknis untuk membantu sirkulasi bola, tetapi posisi terbaiknya juga bergantung pada pemain yang berada di sekelilingnya. Ketika tanggung jawab defensif dan penguasaan area tengah dibagi bersama Valverde dan Camavinga, ia dapat bergerak lebih bebas menuju ruang antarlini.

Pertandingan melawan Deportivo karena itu memberikan informasi yang lebih luas dibandingkan sekadar siapa yang mencetak gol. Madrid menggunakan laga tersebut untuk menguji bagaimana pemain dengan profil berbeda dapat ditempatkan dalam struktur yang sama, termasuk kemungkinan berpindah dari 4-2-3-1 ke konfigurasi lini tengah yang lebih padat.

Deportivo Tetap Memberikan Perlawanan Serius

Kekalahan 0-1 tidak berarti Deportivo tampil tanpa perlawanan. Tim asuhan Antonio Hidalgo mampu mempertahankan pertandingan dalam jarak satu gol hingga akhir. Mereka juga meningkatkan keberanian menyerang ketika Madrid gagal menambah skor. Bagi klub yang kembali berada di level teratas kompetisi olah raga Spanyol, menghadapi Real Madrid menjadi kesempatan untuk mengukur kesiapan tim sebelum memasuki pertandingan resmi. Cadena SER menyebut Deportivo sebagai tim yang baru promosi ke Primera División dan pertandingan tersebut menjadi penutup rangkaian pramusim mereka.

Deportivo juga menampilkan sejumlah pemain baru seperti Leo Román, Angeliño, Lorenzo Amatucci dan Pierre-Emerick Aubameyang. Kombinasi pemain tersebut menunjukkan upaya klub meningkatkan kualitas skuad setelah kembali ke level tertinggi. AS mencatat bahwa mereka menjadi bagian dari susunan yang dipilih Antonio Hidalgo ketika Deportivo menghadapi Madrid di hadapan publik Riazor.

Trofeo Teresa Herrera Kembali Menjadi Milik Real Madrid

Kemenangan ini membawa Real Madrid meraih Trofeo Teresa Herrera untuk kesepuluh kalinya. Klub ibu kota Spanyol kembali mengangkat trofi tersebut setelah terakhir kali memenangkannya 13 tahun sebelumnya. Pertandingan tahun 2026 karena itu menghidupkan kembali pertemuan Madrid dengan salah satu turnamen musim panas paling tradisional di Spanyol.

Trofeo Teresa Herrera memang berstatus turnamen persahabatan, sehingga hasilnya tidak dapat disamakan dengan pertandingan kompetitif LaLiga atau kompetisi Eropa. Namun bagi pelatih, laga semacam ini memberikan kesempatan untuk menguji pemain tanpa tekanan poin. Bagi pemain, setiap menit tetap penting karena berpengaruh terhadap persaingan mendapatkan tempat ketika musim resmi berjalan.

Apa yang Bisa Dibaca dari Kemenangan Real Madrid?

Hasil 1-0 memberikan beberapa indikasi mengenai kondisi Madrid. Pertama, tim mampu mempertahankan kontrol permainan meskipun belum menghasilkan volume peluang berkualitas sangat tinggi. Kedua, transisi dari bertahan ke menyerang dapat menjadi salah satu senjata karena kecepatan pemain seperti Brahim dan Vinícius dapat dimanfaatkan melalui distribusi langsung. Ketiga, kombinasi lini tengah masih berada dalam tahap pengujian.

Madrid juga menunjukkan fleksibilitas struktur. Mourinho menggunakan 4-2-3-1 pada fase awal, kemudian memasukkan Valverde dan mencoba komposisi lini tengah berbeda. Dalam bagian akhir pertandingan bahkan terlihat percobaan dengan lima pemain pada garis pertahanan ketika Carreras dan Dumfries memiliki peran lebar. Pergeseran tersebut menunjukkan bahwa Madrid belum dibatasi pada satu pola permainan.

Di sisi lain, efektivitas di depan gawang masih menjadi bagian yang perlu diperbaiki. Real Madrid menghasilkan lebih banyak tembakan, lebih banyak sentuhan di kotak penalti dan nilai expected goals yang lebih tinggi, tetapi hanya mencetak satu gol. Carlos Espí sempat mencetak gol kedua tetapi dianulir karena offside. Ketika memasuki pertandingan kompetitif, peluang dalam jumlah terbatas akan menuntut penyelesaian yang lebih konsisten.

Real Madrid Masih Melanjutkan Persiapan Pramusim

Pertandingan melawan Deportivo bukan akhir agenda persiapan Real Madrid. Setelah bermain di Riazor, tim asuhan José Mourinho masih dijadwalkan menghadapi Schalke 04 pada Minggu, 16 Agustus 2026 di VELTINS-Arena. Laga tersebut menjadi kesempatan berikutnya bagi Madrid untuk meningkatkan kondisi pemain dan melanjutkan pengujian taktik menjelang pertandingan resmi. Situs resmi Real Madrid mencantumkan Schalke 04 sebagai lawan berikutnya setelah pertandingan Deportivo.

Dengan demikian, kemenangan atas Deportivo dapat ditempatkan sebagai bagian dari proses persiapan, bukan ukuran final terhadap kekuatan Madrid musim 2026/2027. Beberapa pemain masih berada dalam fase mendapatkan ritme pertandingan, sementara sejumlah pemain utama belum terlibat penuh dalam laga di A Coruña. Mourinho mempunyai ruang untuk terus melakukan perubahan sebelum menentukan struktur yang paling sesuai.

Catatan Akhir Deportivo La Coruña 0-1 Real Madrid

Bagi pembaca yang mengikuti berita sepak bola, pertandingan Deportivo La Coruña melawan Real Madrid menawarkan cerita yang lebih menarik daripada skor 0-1 semata. Madrid memang membawa pulang Trofeo Teresa Herrera, tetapi pertandingan juga memperlihatkan proses pembentukan tim, eksperimen lini tengah, perubahan struktur pertahanan, penampilan pemain muda serta kompetisi mendapatkan tempat di skuad.

Brahim Díaz menjadi penentu melalui gol pada tambahan waktu babak pertama, sementara Andriy Lunin memainkan peran yang sama pentingnya karena memulai serangan gol dan melakukan penyelamatan pada penghujung pertandingan. Madrid unggul dalam penguasaan bola, jumlah tembakan, expected goals, peluang besar dan jumlah sentuhan di kotak penalti, tetapi Deportivo mampu mempertahankan pertandingan tetap terbuka sampai menit terakhir.

Skor Deportivo La Coruña 0-1 Real Madrid akhirnya bertahan sampai peluit akhir di Estadio ABANCA-Riazor. Untuk Madrid, kemenangan tersebut menghasilkan trofi sekaligus bahan evaluasi sebelum memasuki fase kompetitif. Untuk Deportivo, pertandingan melawan salah satu tim terkuat Spanyol memberikan ujian yang relevan menjelang musim baru. Duel yang berlangsung pada 12 Agustus malam waktu A Coruña atau 13 Agustus dini hari WIB itu akhirnya ditentukan oleh satu momen cepat: penyelamatan Lunin, distribusi panjang, kontrol Brahim Díaz, dan penyelesaian yang membuat Real Madrid meninggalkan Riazor dengan kemenangan.



Responsive Ads