Page Nav

HIDE

Berita24.com

latest

Responsive Ads

FIFA Registration Ban Persib Bandung: Kronologi Kasus Daisuke Sato, Status Terbaru, dan Fakta Daftar Sanksi FIFA

FIFA Registration Ban Persib Bandung: Kronologi Kasus Daisuke Sato, Status Terbaru, dan Fakta Daftar Sanksi FIFA Berita24.com - Nama Persi...

FIFA Registration Ban Persib Bandung: Kronologi Kasus Daisuke Sato, Status Terbaru, dan Fakta Daftar Sanksi FIFA
FIFA Registration Ban Persib Bandung: Kronologi Kasus Daisuke Sato, Status Terbaru, dan Fakta Daftar Sanksi FIFA

Berita24.com
- Nama Persib Bandung sempat menjadi perhatian besar dalam pemberitaan sepak bola Indonesia setelah klub asal Bandung tersebut masuk dalam FIFA Registration Bans pada akhir Mei 2026. Informasi itu segera memunculkan berbagai pertanyaan dari pendukung Persib dan penggemar sepak bola nasional. Apakah Persib tidak boleh membeli pemain? Apakah klub tidak dapat mengikuti kompetisi? Berapa lama sanksi berlaku? Bahkan muncul pencarian mengenai FIFA registration ban Persib 2022 yang sebenarnya perlu diluruskan secara kronologis.

Berdasarkan data yang tersedia, Persib bukan menerima registration ban pada 2022. Tahun 2022 justru berkaitan dengan awal hubungan Daisuke Sato dengan Persib. FIFA pernah memberitakan pada 27 Juni 2022 bahwa pemain internasional Filipina tersebut bergabung dengan Persib Bandung. Dalam perkembangan berikutnya, hubungan kontraktual antara pemain dan klub menimbulkan sengketa yang masuk ke FIFA Dispute Resolution Chamber dan kemudian Court of Arbitration for Sport atau CAS.

Sanksi registration ban terhadap Persib baru tercatat mulai 29 Mei 2026. Status tersebut kemudian tidak berlangsung permanen. Pada 23 Juli 2026, nama Persib sudah tidak lagi tercantum dalam daftar FIFA Registration Bans sehingga klub kembali dapat mendaftarkan pemain baru. Karena daftar FIFA diperbarui secara berkala, tanggal menjadi unsur yang sangat penting ketika membaca informasi mengenai sanksi klub.

Apa Itu FIFA Registration Ban?

Registration ban merupakan salah satu bentuk tindakan yang dapat dikenakan FIFA terhadap klub. Secara sederhana, klub yang sedang menjalani registration ban tidak diperbolehkan mendaftarkan pemain baru selama sanksi tersebut masih berlaku. Larangan ini dapat mencakup pendaftaran pemain secara nasional maupun internasional dan berlaku terhadap pemain profesional maupun amatir sesuai ruang lingkup keputusan yang dijatuhkan.

FIFA meluncurkan perangkat digital FIFA Registration Bans pada Januari 2024 dengan tujuan memberikan informasi yang lebih terbuka kepada klub, pemain, federasi, agen, media, dan masyarakat. Database tersebut memuat klub-klub yang pada saat tertentu sedang dilarang melakukan registrasi pemain baru.

Hal penting yang sering menimbulkan kesalahpahaman adalah perbedaan antara merekrut pemain dan mendaftarkan pemain. Sebuah klub secara kontraktual dapat melakukan pembicaraan atau bahkan mencapai kesepakatan dengan seorang pemain, tetapi apabila registration ban masih berlaku, pemain baru tersebut tidak dapat didaftarkan sehingga belum dapat digunakan sebagaimana pemain yang telah memiliki status registrasi yang sah.

Karena itu, istilah transfer ban yang sering digunakan media sebenarnya lebih mudah dipahami jika dibaca sebagai larangan registrasi pemain. Dampak praktisnya memang sangat besar terhadap aktivitas transfer, tetapi pusat persoalannya berada pada kemampuan klub melakukan registrasi.

Informasi semacam ini menjadi bagian penting dari pemberitaan olah raga karena status sebuah klub dalam FIFA Registration Bans dapat memengaruhi perencanaan skuad, penggunaan pemain asing, komposisi pemain lokal, serta kesiapan klub menghadapi kompetisi berikutnya.

Kapan Persib Masuk FIFA Registration Ban List?

Persib Bandung tercatat terkena registration ban mulai 29 Mei 2026. Ketika informasi tersebut muncul, status sanksinya diberitakan sebagai until lifted. Istilah itu berarti tidak ditentukan berdasarkan jumlah jendela transfer tertentu, melainkan berlaku sampai terdapat kondisi yang memungkinkan FIFA mencabut larangan tersebut.

Kondisi tersebut berbeda dari hukuman tiga periode registrasi yang dapat dijatuhkan kepada klub dalam perkara lain. Dengan status until lifted, fokus utama bukan menghitung berapa jendela transfer yang harus dilewati, melainkan apakah kewajiban yang mendasari sanksi telah dipenuhi dan apakah FIFA telah menghapus larangan tersebut.

Kemunculan Persib dalam daftar pada 29 Mei 2026 menjadi perhatian karena terjadi menjelang persiapan klub menghadapi musim kompetisi berikutnya. Registration ban berpotensi menjadi masalah serius bagi klub yang sedang melakukan restrukturisasi skuad karena pemain baru yang telah direkrut membutuhkan proses registrasi sebelum dapat dimainkan secara resmi.

Hubungan Kasus Persib dengan Daisuke Sato

Untuk memahami akar persoalan tersebut, kronologi tidak tepat apabila dimulai dari 2026. Hubungan Persib dengan Daisuke Sato sudah berlangsung beberapa tahun sebelumnya.

Daisuke Sato Bergabung dengan Persib pada 2022

Daisuke Sato adalah pemain berkewarganegaraan Filipina yang memiliki latar belakang sepak bola Jepang. FIFA pada Juni 2022 memperkenalkannya sebagai pemain baru Persib. Ia didatangkan untuk memperkuat lini pertahanan klub Bandung tersebut dan menjadi salah satu pemain asing Persib.

Fakta ini sekaligus menjelaskan mengapa kata kunci FIFA registration ban Persib 2022 dapat menimbulkan kesalahan interpretasi. Tahun 2022 berkaitan dengan periode kedatangan Sato serta pembentukan hubungan kontraktual dengan Persib, sedangkan registration ban yang menjadi perhatian dalam perkara ini baru efektif pada 29 Mei 2026.

Kontrak Bernilai Rp4,41 Miliar

Dokumen putusan CAS memberikan gambaran jauh lebih rinci mengenai hubungan kontraktual kedua pihak. Pada 6 Desember 2022, Persib dan Daisuke Sato menandatangani kontrak kerja untuk periode 1 Juni 2023 sampai 31 Mei 2025.

Nilai keseluruhan kontrak tersebut tercatat sebesar Rp4.410.000.000. Untuk periode 1 Juni 2023 sampai 31 Mei 2024, nilai kontraknya sebesar Rp2.160.000.000 dengan pembayaran gaji Rp180.000.000 per bulan selama 12 bulan. Untuk periode berikutnya, 1 Juni 2024 sampai 31 Mei 2025, nilai kontrak tercatat Rp2.250.000.000 dengan gaji bulanan Rp187.500.000.

Angka tersebut penting karena nilai kontrak dan sisa masa kontrak kemudian menjadi bagian dari perhitungan kompensasi ketika sengketa antara pemain dengan klub memasuki proses hukum olahraga internasional.

Mengapa Sengketa Persib dan Daisuke Sato Terjadi?

Persoalan berkembang menjelang akhir 2023. Berdasarkan uraian dalam putusan CAS, Sato tidak masuk dalam skuad pertandingan Persib pada beberapa laga Liga Indonesia pada Desember 2023. Dalam korespondensi antara pihak pemain dan klub, muncul persoalan mengenai status registrasi serta kesempatan Sato untuk berpartisipasi dalam pertandingan resmi.

Pada 4 Desember 2023 dan 10 Desember 2023, Sato tidak dipilih masuk skuad pertandingan. Situasi serupa terjadi pada pertandingan 18 Desember 2023. Pihak pemain kemudian meminta kejelasan mengenai statusnya.

Persib dalam komunikasi dengan pihak Sato menyampaikan bahwa klub tetap memenuhi kewajiban finansial dan pemain masih dapat berlatih bersama tim utama. Klub juga menjelaskan adanya situasi mengenai komposisi pemain asing dan kemungkinan Sato kembali memperoleh kesempatan bermain.

Namun, perbedaan pandangan mengenai status pemain tidak terselesaikan. Sato menilai situasi tersebut menghambat dirinya menjalankan fungsi utama sebagai pemain profesional. Persib mempunyai argumentasi berbeda dan menilai pemain tetap memperoleh gaji serta akses latihan bersama tim utama.

Sato Mengakhiri Kontrak pada 3 Januari 2024

Pada 3 Januari 2024, Daisuke Sato mengakhiri kontraknya dengan Persib secara sepihak. Dua belas hari kemudian, pada 15 Januari 2024, ia mengajukan klaim kepada FIFA.

Perkara tersebut kemudian diperiksa oleh FIFA Dispute Resolution Chamber. Salah satu pertanyaan utamanya adalah apakah Sato mempunyai just cause atau alasan hukum yang cukup untuk mengakhiri kontrak sebelum masa kontraknya selesai.

Persoalan ini memperlihatkan bahwa sengketa kontrak dalam sepak bola profesional tidak semata-mata menyangkut apakah gaji dibayarkan tepat waktu. Status registrasi, kesempatan menjalankan profesi, kewajiban kontraktual klub, dan hak pemain untuk berpartisipasi juga dapat menjadi bagian dari sengketa.

Putusan FIFA Dispute Resolution Chamber

Pada 8 Agustus 2024, FIFA Dispute Resolution Chamber mengeluarkan keputusan yang berpihak sebagian kepada Daisuke Sato. Alasan lengkap keputusan tersebut kemudian diberitahukan pada 18 November 2024.

FIFA DRC menilai Sato mempunyai just cause untuk mengakhiri kontraknya pada 3 Januari 2024. Dalam putusan awal tersebut, Persib diperintahkan membayar kompensasi Rp3.091.234.020 ditambah bunga 5 persen per tahun sejak 3 Januari 2024 sampai tanggal pembayaran efektif.

Persib tidak menerima seluruh hasil tersebut dan membawa perkara ke Court of Arbitration for Sport. Banding Persib tercatat diajukan pada 9 Desember 2024.

Persib Membawa Sengketa ke CAS

Perkara tersebut tercatat sebagai CAS 2024/A/11061, Club Persib Bandung v. Daisuke Sato and Davao Aguilas UMAK FC. Proses arbitrase dilakukan dengan kedudukan di Lausanne, Swiss.

Persib berargumentasi antara lain bahwa Sato tidak mempunyai dasar yang cukup untuk mengakhiri kontrak dan bahwa tidak dimasukkannya seorang pemain ke dalam pertandingan tertentu tidak otomatis merupakan pelanggaran kontrak. Klub juga mengajukan argumentasi mengenai penghasilan Sato dari klub-klub berikutnya yang relevan terhadap perhitungan kompensasi.

Sementara itu, pihak Sato mempertahankan posisi bahwa situasi yang dialaminya telah membuat dirinya kehilangan kemampuan untuk menjalankan fungsi utama sebagai pemain dalam kompetisi resmi.

CAS Tetap Menilai Sato Memiliki Just Cause

Putusan akhir CAS tertanggal 16 Maret 2026 tetap mempertahankan bagian penting dari keputusan FIFA DRC. Arbiter menilai Daisuke Sato memiliki just cause untuk mengakhiri kontraknya.

CAS melihat kesempatan berpartisipasi dalam pertandingan sebagai bagian yang relevan dari profesi pemain sepak bola. Dalam perkara tersebut, kondisi Sato tidak dilihat sekadar berdasarkan fakta bahwa gaji tetap dibayarkan atau bahwa ia masih dapat mengikuti latihan.

Dengan demikian, banding Persib tidak menghasilkan pembatalan penuh terhadap putusan FIFA. Namun, CAS melakukan perubahan terhadap perhitungan nilai kompensasi.

Berapa Nilai Kompensasi Final Persib kepada Daisuke Sato?

Angka ini perlu dijelaskan secara tepat karena berbagai pemberitaan menggunakan pembulatan sekitar Rp2,7 miliar atau sekitar Rp3 miliar. Berdasarkan putusan CAS, nilai kompensasi final yang ditetapkan adalah Rp2.719.878.000.

Selain jumlah pokok tersebut, CAS menetapkan bunga 5 persen per tahun sejak 3 Januari 2024 sampai tanggal pembayaran efektif.

CAS menghitung nilai residual kontrak Sato sebesar Rp3.150.000.000. Nilai tersebut kemudian dikurangi dengan penghasilan yang diperoleh melalui kontrak baru selama periode yang bersesuaian dengan sisa kontrak Persib.

Dokumen CAS mencatat Sato menandatangani kontrak dengan Davao Aguilas UMAK FC mulai 1 Februari 2024 sampai 1 Agustus 2024 dengan gaji 30.000 peso Filipina per bulan. Ia selanjutnya memiliki kontrak dengan One Taguig FC untuk periode 30 Agustus 2024 sampai 26 April 2025 dengan gaji 170.000 peso Filipina per bulan.

Setelah melakukan perhitungan tersebut, CAS menetapkan kompensasi sebesar Rp2.719.878.000. Karena itu, untuk penyebutan angka secara presisi, nilai Rp2,719 miliar merupakan angka yang lebih tepat daripada hanya menyebut sekitar Rp3 miliar.

Dari Putusan CAS ke FIFA Registration Ban

Persib kemudian tercantum dalam FIFA Registration Bans mulai 29 Mei 2026. Dalam pemberitaan saat itu, registration ban dikaitkan dengan penyelesaian kewajiban dalam sengketa Daisuke Sato.

Masuknya sebuah klub ke dalam daftar FIFA mempunyai konsekuensi praktis. Klub tidak dapat mendaftarkan pemain baru selama larangan masih aktif. Hal tersebut dapat menimbulkan hambatan besar terutama apabila klub telah mencapai kesepakatan dengan sejumlah pemain untuk menghadapi musim baru.

Namun, registration ban tidak identik dengan larangan mengikuti seluruh kegiatan olah raga atau otomatis menghapus status klub dari suatu kompetisi. Fokus hukuman berada pada registrasi pemain baru. Pemahaman ini penting karena istilah banned FIFA sering diterjemahkan secara terlalu luas seakan-akan sebuah klub telah dikeluarkan dari seluruh kompetisi.

Apakah Persib Masih Terkena FIFA Registration Ban?

Tidak. Status tersebut sudah berubah.

Pada 23 Juli 2026, nama Persib Bandung sudah tidak lagi tercantum dalam FIFA Registration Bans. Penghapusan nama tersebut berarti Persib kembali memperoleh kemampuan untuk melakukan registrasi pemain baru.

Dengan demikian, artikel yang masih menyatakan Persib sedang menjalani registration ban perlu dilihat tanggal penerbitannya. Informasi pada akhir Mei atau Juni 2026 dapat benar untuk kondisi saat itu, tetapi tidak lagi menggambarkan status Persib setelah 23 Juli 2026.

Perubahan tersebut menjadi contoh mengapa database FIFA harus diperlakukan sebagai data yang bersifat dinamis. FIFA sendiri menjelaskan bahwa daftar registration ban diperbarui secara berkala untuk mencerminkan perubahan status klub.

Persib Tetap Bisa Merekrut Pemain Saat Terkena Ban?

Salah satu pertanyaan yang muncul ketika Persib terkena sanksi adalah bagaimana klub masih dapat mengumumkan atau mencapai kesepakatan dengan pemain baru.

Jawabannya kembali pada perbedaan antara proses perekrutan secara kontraktual dan proses registrasi. Registration ban membatasi registrasi pemain baru. Karena itu, klub dapat menjalankan proses negosiasi atau membuat perencanaan skuad, tetapi penggunaan pemain baru dalam kompetisi bergantung pada keberhasilan registrasi sesuai peraturan yang berlaku.

Ketika nama Persib akhirnya dihapus dari FIFA Registration Bans pada 23 Juli 2026, hambatan registrasi tersebut tidak lagi berlaku berdasarkan status larangan yang sebelumnya dijatuhkan FIFA.

Bagaimana dengan Klub Indonesia Lainnya?

Daftar klub Indonesia yang terkena FIFA Registration Bans berubah beberapa kali sepanjang 2026. Karena sifat datanya dinamis, jumlah klub yang disebut dalam pemberitaan pada Mei, Juni, dan Juli tidak selalu sama.

Pada akhir Mei 2026, misalnya, berbagai laporan menyebut delapan klub Indonesia dalam daftar tersebut, termasuk Persib Bandung. Pada perkembangan Juli, sejumlah klub berhasil keluar dari daftar. Dalam pemantauan pada 23 Juli 2026 setelah status Persib berubah, beberapa laporan masih mencatat nama seperti Kalteng Putra, Persiwa Wamena, PSBS Biak, dan Semen Padang.

Namun, daftar seperti ini tidak sebaiknya dianggap permanen. Status sebuah klub dapat dihapus setelah kewajiban terpenuhi atau setelah adanya perkembangan hukum dan administratif yang diakui FIFA. Sebaliknya, klub baru dapat masuk apabila terdapat keputusan yang menghasilkan larangan registrasi.

Karena itu, ketika mencari FIFA Registration Ban List, pembaca sebaiknya memperhatikan tanggal pembaruan dan memeriksa database resmi FIFA apabila membutuhkan status pada hari tertentu.

Mengapa FIFA Bisa Menjatuhkan Registration Ban?

Registration ban dapat muncul dari berbagai perkara dalam tata kelola sepak bola internasional. Salah satu konteks yang sering muncul adalah kegagalan memenuhi kewajiban yang telah ditetapkan melalui proses penyelesaian sengketa. Perselisihan kontrak antara klub dan pemain, pembayaran kompensasi, kewajiban terhadap klub lain, maupun persoalan regulasi dapat berakhir pada tindakan yang membatasi kemampuan klub mendaftarkan pemain.

FIFA memiliki Football Tribunal yang menangani berbagai jenis perkara terkait sepak bola. Tribunal tersebut terdiri atas Dispute Resolution Chamber, Players' Status Chamber, dan Agents Chamber. DRC antara lain mempunyai yurisdiksi dalam sengketa hubungan kerja internasional antara pemain dengan klub serta beberapa perkara mengenai training compensation dan solidarity mechanism.

Dengan demikian, fungsi FIFA jauh lebih luas daripada sekadar mengatur pertandingan internasional dan menyelenggarakan turnamen besar.

Apa Hubungan Registration Ban dengan FIFA World Cup?

FIFA lebih dikenal masyarakat umum melalui FIFA World Cup, tetapi organisasi tersebut juga memiliki fungsi regulasi, hukum, transfer, disiplin, dan penyelesaian sengketa dalam sepak bola internasional.

FIFA World Cup 2026 menjadi contoh skala fungsi kompetisi FIFA. Turnamen tersebut menggunakan format 48 peserta dan 104 pertandingan yang dimainkan di 16 kota tuan rumah di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat. Kompetisi berlangsung mulai 11 Juni sampai final pada 19 Juli 2026.

Namun, FIFA World Cup tidak mempunyai hubungan langsung dengan registration ban Persib. Kata FIFA dalam kedua konteks tersebut merujuk kepada organisasi yang sama, tetapi bidang kegiatannya berbeda. FIFA World Cup merupakan kompetisi tim nasional, sedangkan FIFA Registration Bans merupakan bagian dari sistem regulasi dan penegakan keputusan terhadap klub.

Pembedaan ini diperlukan karena pencarian mengenai FIFA, FIFA World Cup, transfer ban, dan sepak bola Indonesia sering muncul dalam halaman hasil pencarian yang sama meskipun konteks hukumnya berbeda.

Mengapa Istilah FIFA Registration Ban Persib 2022 Kurang Tepat?

Secara kronologis, penggunaan frasa tersebut dapat menimbulkan kesan bahwa Persib telah terkena registration ban pada 2022. Dalam kasus yang berkaitan dengan Daisuke Sato, tidak demikian.

Tahun 2022 relevan karena Sato bergabung dengan Persib dan pada 6 Desember 2022 terdapat kontrak yang kemudian menjadi dasar hubungan kerja untuk periode 1 Juni 2023 sampai 31 Mei 2025.

Sengketa berkembang pada akhir 2023. Sato mengakhiri kontrak pada 3 Januari 2024 dan mengajukan klaim ke FIFA pada 15 Januari 2024. FIFA DRC memutus perkara tersebut pada 8 Agustus 2024. Persib kemudian mengajukan banding ke CAS pada Desember 2024.

Putusan akhir CAS diterbitkan pada 16 Maret 2026. Persib selanjutnya tercatat dalam FIFA Registration Bans mulai 29 Mei 2026 dan keluar dari daftar tersebut pada 23 Juli 2026.

Urutan tanggal tersebut memberikan gambaran yang lebih akurat dibandingkan hanya menghubungkan kata Persib, FIFA, registration ban, dan 2022 tanpa konteks.

Kronologi Ringkas Kasus Persib dan Daisuke Sato

Pada Juni 2022, Daisuke Sato diperkenalkan sebagai pemain Persib Bandung. Pada 6 Desember 2022, Persib dan Sato menandatangani kontrak yang mengatur masa kerja sampai 31 Mei 2025 dengan nilai keseluruhan Rp4,41 miliar.

Pada Desember 2023, muncul persoalan mengenai partisipasi pertandingan dan status pemain. Sato kemudian mengakhiri kontraknya pada 3 Januari 2024.

Pada 15 Januari 2024, Sato mengajukan klaim kepada FIFA. FIFA DRC mengeluarkan keputusan pada 8 Agustus 2024 dan menyatakan pemain memiliki just cause untuk mengakhiri kontraknya.

Pada 9 Desember 2024, Persib mengajukan banding ke CAS. Putusan CAS kemudian diterbitkan pada 16 Maret 2026. CAS mempertahankan penilaian mengenai just cause tetapi mengubah jumlah kompensasi menjadi Rp2.719.878.000 ditambah bunga 5 persen per tahun sejak 3 Januari 2024 sampai pembayaran efektif.

Pada 29 Mei 2026, Persib tercantum dalam FIFA Registration Bans dengan status until lifted. Status tersebut membatasi kemampuan Persib mendaftarkan pemain baru.

Pada 23 Juli 2026, nama Persib sudah tidak tercantum dalam FIFA Registration Bans. Dengan perubahan tersebut, klub kembali dapat melakukan registrasi pemain baru.

Pelajaran dari Kasus Persib bagi Sepak Bola Indonesia

Kasus ini menunjukkan bahwa pengelolaan klub profesional membutuhkan administrasi kontrak dan kepatuhan hukum yang sama seriusnya dengan pengelolaan aspek teknis di lapangan. Sebuah keputusan kontraktual dapat memiliki konsekuensi hingga beberapa tahun kemudian dan bahkan memengaruhi kemampuan klub menyusun skuad.

Dalam kompetisi profesional, kewajiban klub tidak berhenti pada pembayaran gaji. Dokumentasi status pemain, komunikasi formal, registrasi, pelaksanaan kontrak, penyelesaian perselisihan, serta kepatuhan terhadap keputusan lembaga hukum olahraga internasional dapat menentukan apakah klub dapat menggunakan pemain baru.

Kasus Persib juga memberikan pelajaran bagi pembaca berita olah raga. Sebuah headline mengenai klub terkena banned FIFA belum tentu berarti klub dilarang bertanding. Jenis sanksi harus diperiksa terlebih dahulu.

Dalam registration ban, pertanyaan utamanya adalah apakah klub diperbolehkan mendaftarkan pemain baru. Dalam sanksi lain, konsekuensinya dapat berbeda. Karena itu, membaca jenis keputusan jauh lebih informatif daripada hanya membaca istilah banned atau sanksi FIFA.

Status Persib Setelah Keluar dari Daftar FIFA

Keluarnya Persib dari FIFA Registration Bans pada 23 Juli 2026 menjadi perkembangan penting karena klub dapat melanjutkan proses registrasi pemain untuk musim 2026/2027 tanpa hambatan yang berasal dari registration ban tersebut.

Status terbaru tersebut juga harus menjadi acuan ketika membandingkan artikel lama dengan informasi baru. Berita yang diterbitkan pada 30 Mei 2026 dan menyatakan Persib dilarang mendaftarkan pemain merupakan informasi yang benar berdasarkan situasi saat itu. Namun, apabila informasi tersebut dibaca pada Agustus 2026 tanpa pembaruan, pembaca dapat memperoleh persepsi yang salah.

Database FIFA memang dirancang untuk berubah mengikuti perkembangan perkara. Sebuah nama dapat masuk ketika sanksi mulai berlaku dan dapat dihapus setelah sanksi selesai atau FIFA memutuskan larangan dapat dicabut.

Memahami Daftar FIFA dengan Data dan Tanggal yang Tepat

Perjalanan kasus Persib memperlihatkan mengapa informasi mengenai FIFA Registration Ban List harus dibaca berdasarkan urutan peristiwa. Daisuke Sato bergabung dengan Persib pada 2022, tetapi registration ban Persib tidak terjadi pada tahun tersebut. Sengketa kontrak berkembang kemudian, diteruskan melalui FIFA DRC dan CAS, dan baru menghasilkan situasi registration ban pada 2026.

Angka kompensasi juga perlu menggunakan dokumen terbaru. Putusan CAS menetapkan Rp2.719.878.000 ditambah bunga 5 persen per tahun sejak 3 Januari 2024 hingga pembayaran efektif. Angka tersebut merupakan hasil penyesuaian dari jumlah kompensasi yang sebelumnya ditetapkan FIFA DRC.

Demikian pula dengan status klub. Persib tercatat terkena registration ban mulai 29 Mei 2026, tetapi pada 23 Juli 2026 nama klub sudah tidak ada dalam daftar tersebut. Karena itu, pernyataan bahwa Persib masih terkena FIFA registration ban tidak lagi menggambarkan keadaan setelah tanggal tersebut.

Bagi penggemar yang mengikuti hasil pertandingan sepak bola, jadwal pertandingan sepak bola, aktivitas bursa transfer, perkembangan klub Indonesia maupun berita FIFA World Cup, pemahaman mengenai aspek regulasi membantu melihat sepak bola secara lebih lengkap. Hasil di lapangan memang menjadi bagian yang paling terlihat, tetapi keputusan kontrak, regulasi pemain, dan penyelesaian sengketa dapat mempunyai dampak langsung terhadap kekuatan sebuah tim.

Kasus Persib dan Daisuke Sato menjadi contoh nyata bagaimana sebuah sengketa kontrak dapat bergerak dari hubungan antara pemain dan klub, memasuki FIFA Dispute Resolution Chamber, dilanjutkan ke Court of Arbitration for Sport, kemudian berpengaruh terhadap kemampuan klub melakukan registrasi pemain. Pada akhirnya status tersebut dapat berubah kembali setelah persoalan yang mendasarinya diselesaikan dan FIFA menghapus larangan registrasi.



Responsive Ads