Page Nav

HIDE

Gradient Skin

Gradient_Skin

Responsive Ad

Presiden Jokowi Apresiasi Upaya KY Dalam Membangun Budaya Transparansi Kepada Masyarakat

Presiden Jokowi Apresiasi Upaya KY Dalam Membangun Budaya Transparansi Kepada Masyarakat/BPMI Setpres: Muchlis Jr Berita 24 Indonesia -  Pr...

Presiden Jokowi Apresiasi Upaya KY Dalam Membangun Budaya Transparansi Kepada Masyarakat/BPMI Setpres: Muchlis Jr



Berita 24 Indonesia
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengapresiasi upaya Komisi Yudisial (KY) dalam membangun budaya transparansi kepada masyarakat melalui penyampaian laporan tahunan.


Transparansi tersebut juga menunjukkan keterbukaan terhadap masukan untuk kemajuan KY.

“ Transparansi, partisipasi, dan adaptasi adalah kunci dalam menghadapai tantangan yang makin berat,” ujar Jokowi saat sambutannya sacara virtual di Istana Negara, pada (9/03/2022), dikutip dari laman resmi BPMI Setpres.

Jokowi mengatakan, harapan publik kepada institusi negara semakin tinggi, dan tambahannya KY juga dituntut untuk melayani dan menjawab pemenuhan hak serta kepentingan masyarakat mewujudkan independensi sistem peradilan.

“Karena itu, pemerintah mendukung setiap langkah yang ditempuh Komisi Yudisial untuk meningkatkan kualitas pelayanannya dengan menerapkan dan terus mengembangkan pelayanan digital,” sambungnya.

Lebih jauh, Jokowi mengatakan peran KY dalam reformasi peradilan juga dinilai sangat penting untuk memperkuat sistem serta penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat, dan terpercaya.

Selain itu, lebih lanjut juga sebagai lembaga penyeimbang, KY harus mampu melakukan fungsi pengawasan eksternal yang independen.

“Komisi Yudisial harus memastikan agar setiap perbuatan merendahkan kehormatan dan keluhuran hakim dapat diselesaikan semaksimal mungkin agar kewibawaan, kehormatan, dan keluhuran hakim serta kehormatan institusi peradilan selalu terjaga,” imbuhnya.

Di samping itu, Presiden menuturkan bahwa KY harus menjamin ketersediaan hakim agung, hakim ad hoc Mahkamah Agung, dan hakim lain melalui proses seleksi yang transparan dan profesional.

“Komisi Yudisial juga harus memastikan, agar calon hakim yang diusulkan ke DPR RI memiliki rekam jejak terpuji, berintegritas, dan kompeten, memiliki semangat dan komitmen tinggi untuk memerangi korupsi,” tuturnya.

Mengakhiri sambutannya, Kepala Negara itu mengapresiasi upaya KY dalam membangun kemitraan dengan Mahkamah Agung (MA) dalam mencari keadilan bersama atas laporan dari masyarakat.

 Menurut Jokowi, kemitraan strategis antara KY dan MA merupakan kunci terjaganya marwah para hakim dalam memutus perkara.

“Kemitraan strategis antara Komisi Yudisial dan Mahkamah Agung adalah kunci terjaganya marwah para hakim dalam memutus perkara agar kita mampu membatasi dan memutus ruang gerak mafia peradilan dan mafia-mafia lain yang selama ini merusak kepercayaan terhadap para hakim dan institusi peradilan dan melukai rasa keadilan masyarakat,” tutupnya.

 

 

 

(Sumber : BPMI Setpres)

 

Reponsive Ads