Presiden Indonesia Mendapatkan Surat Kepercayaan Dari 6 Dubes Negara Sahabat/BPMI Setpres : Lukas Berita 24 Indonesia - Presiden Republi...
Dalam surat tersebut para dubes menyampaikan keinginan
dan rencana mereka untuk meningkatkan lebih jauh hubungan bilateral antara
negaranya dengan Indonesia.
“ Saya menerima surat kepercayaan dari enam duta besar
baru negara-negara sahabar, pagi ini di ruang Kredensial, Istana Merdeka.
Selamat datang para duta besar, selamat bertugas di Indonesia “ Kata Jokowi
tertulis dalam caption di media sosial Instagramnya.
Dilansir dari BPMI Setpres, berikut keenam duta besar
negara sahabat yang diterima oleh Presiden Jokowi yaitu:
1. Francisco de Asis Aguilera
Aranda, Duta Besar LBBP Kerajaan Spanyol untuk Republik Indonesia;
2. Aşkin Asan, Duta Besar LBBP
Republik Turki untuk Republik Indonesia;
3. Lahcene Kaid-Slimane, Duta
Besar LBBP Republik Demokratik Rakyat Aljazair untuk Republik Indonesia;
4. Luis Raūl Tsuboyama Galvān,
Duta Besar LBBP Republik Peru untuk Republik Indonesia;
5. Ta Van Thong, Duta Besar LBBP
Republik Sosialis Vietnam untuk Republik Indonesia; dan
6. Lu Kang, Duta Besar LBBP
Republik Rakyat Tiongkok untuk Republik Indonesia.
Duta Besar LBBP Kerajaan Spanyol untuk Republik
Indonesia, Francisco de Asis Aguilera Aranda, mengatakan bahwa Indonesia-Spanyol
bisa lebih meningkatkan ikatan antara kedua negara yang telah terjalin sejak
lama.
Untuk itu, lanjut Francisco berharap agar hubungan
baik tersebut bisa terus berlanjut.
“ Niat saya adalah untuk berkontribusi sebanyak yang
kami bisa untuk memastikan bahwa hubungan indah yang kami miliki ini akan
berlanjut,” ujar Dubes Spanyol.
Kemudian dengan kesempatan yang sama, dubes LBBP
Republik Turki untuk Republik Indonesia, Aşkin Asan menyebutkan bahwa Indonesia
memiliki hubungan yang sangat bersejarah dengan Turki.
Hal tersebut, menurut Askin Asan relasi kedua negara
Turki-Indonesia bukan sekadar refleksi sementara dari hubungan politik atau
ekonomi, melainkan lebih lanjut mengatakan sebagai aspek sejarah dan budaya
yang panjang.
“ Turki dan Indonesia memiliki nilai-nilai yang sama.
Kita memiliki potensi besar, potensi yang sangat besar jika kita berkolaborasi
bersama. Saya yakin kita bisa menjadi pemain terbaik di dunia dan saya pikir
kami harus melipatgandakan upaya kami untuk berkolaborasi lebih banyak di
setiap area,” Kata Dubes Turki.
Kemudian disambungkan oleh dubes LBPP Republik
Demokratik Rakyat Aljazair untuk Republik Indonesia, Lahcene Kaid-Slimane
menyebutkan bahwa hubungan bersejarah yang dimiliki Indonesia dengan Aljazair
sudah terbentuk sejak Konferensi Asia-Afrika pada tahun 1955 lalu.
“Kami memiliki hubungan yang sangat bersejarah antara
Indonesia dan Aljazair sejak 1955, Konferensi Asia-Afrika. Kami sangat bangga
dengan hubungan historis antara negara kami ini,” ungkap Lahcene Kaid-Slimane
Sementara itu, Duta Besar LBBP Republik Peru untuk
Republik Indonesia, Luis Raūl Tsuboyama Galvān mengatakan salah satu pilar
hubungan bilateral antara Indonesia dengan Peru adalah kerja sama ekonomi.
Untuk itu Luis menambahkan bahwa berkeingian bekerja dengan
Indonesia untuk meningkatkan perdagangan bilateral.
“Salah satu pilar hubungan bilateral ini adalah
bekerja, meningkatkan perdagangan bilateral kita. Kami bekerja dengan
rekan-rekan Indonesia kami dalam negosiasi perjanjian perdagangan bebas,” ujar
Dubes Peru.
Terkait kerja sama untuk memajukan perdagangan juga
menjadi salah satu prioritas kerja yaitu dari Duta Besar Republik Sosialis
Vietnam untuk Republik Indonesia, Ta Van Thong.
Ta Van Thong mengatakan bahwa Indonesia dan Vietnam
memiliki penduduk yang besar di ASEAN dan ia ingin agar volume perdangan kedua
negara bisa meningkat.
“Prioritas saya untuk lebih memajukan kerja sama
ekonomi kedua negara, terutama di bidang perdagangan. Anda tahu bahwa Vietnam
dan Indonesia adalah dua tetangga di ASEAN dan gabungan populasi kedua negara
tersebut mencapai 60 persen dari total populasi ASEAN. Jadi target saya adalah
meningkatkan volume perdagangan kedua negara hingga 60 persen dari total
perdagangan ASEAN,” Jelas Ta Van Thong
Sementara itu, Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok
untuk Republik Indonesia, Lu Kang, menyebut bahwa Tiongkok dan Indonesia adalah
dua negara berkembang utama dan dua negara penting di kawasan. Dalam beberapa
tahun terakhir kedua negara juga telah mengalami kemajuan di berbagai sektor
dan ia ingin membawa lebih banyak kerja sama bagi kedua negara.
“Tentu saya merasa bertanggung jawab untuk
melaksanakan semua kesepakatan umum yang dicapai antara dua presiden dan
membawa lebih banyak kerja sama yang dapat bermanfaat bagi kedua rakyat kita
yang dapat kondusif juga bagi stabilitas dan kemakmuran kawasan,” ungkap Dubes
Tiongkok.
(Sumber : BPMI Setpres)