Page Nav

HIDE

Gradient Skin

Gradient_Skin

Responsive Ad

Presiden Indonesia Mendapatkan Surat Kepercayaan Dari 6 Dubes Negara Sahabat

Presiden Indonesia Mendapatkan Surat Kepercayaan Dari 6 Dubes  Negara Sahabat/BPMI Setpres : Lukas Berita 24 Indonesia -   Presiden Republi...

Presiden Indonesia Mendapatkan Surat Kepercayaan Dari 6 Dubes  Negara Sahabat/BPMI Setpres : Lukas



Berita 24 Indonesia
-  Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan surat kepercayaan dari enam duta besar (dubes) luar biasa dan berkuasa penuh (LBBP) dari negara-negara sahabat. Rabu, (2/03/2022).


Dalam surat tersebut para dubes menyampaikan keinginan dan rencana mereka untuk meningkatkan lebih jauh hubungan bilateral antara negaranya dengan Indonesia.

“ Saya menerima surat kepercayaan dari enam duta besar baru negara-negara sahabar, pagi ini di ruang Kredensial, Istana Merdeka. Selamat datang para duta besar, selamat bertugas di Indonesia “ Kata Jokowi tertulis dalam caption di media sosial Instagramnya.

Dilansir dari BPMI Setpres, berikut keenam duta besar negara sahabat yang diterima oleh Presiden Jokowi yaitu:

1. Francisco de Asis Aguilera Aranda, Duta Besar LBBP Kerajaan Spanyol untuk Republik Indonesia;

2. Aşkin Asan, Duta Besar LBBP Republik Turki untuk Republik Indonesia;

3. Lahcene Kaid-Slimane, Duta Besar LBBP Republik Demokratik Rakyat Aljazair untuk Republik Indonesia;

4. Luis Raūl Tsuboyama Galvān, Duta Besar LBBP Republik Peru untuk Republik Indonesia;

5. Ta Van Thong, Duta Besar LBBP Republik Sosialis Vietnam untuk Republik Indonesia; dan

6. Lu Kang, Duta Besar LBBP Republik Rakyat Tiongkok untuk Republik Indonesia.

Duta Besar LBBP Kerajaan Spanyol untuk Republik Indonesia, Francisco de Asis Aguilera Aranda, mengatakan bahwa Indonesia-Spanyol bisa lebih meningkatkan ikatan antara kedua negara yang telah terjalin sejak lama.

Untuk itu, lanjut Francisco berharap agar hubungan baik tersebut bisa terus berlanjut.

“ Niat saya adalah untuk berkontribusi sebanyak yang kami bisa untuk memastikan bahwa hubungan indah yang kami miliki ini akan berlanjut,” ujar Dubes Spanyol.

Kemudian dengan kesempatan yang sama, dubes LBBP Republik Turki untuk Republik Indonesia, Aşkin Asan menyebutkan bahwa Indonesia memiliki hubungan yang sangat bersejarah dengan Turki.

Hal tersebut, menurut Askin Asan relasi kedua negara Turki-Indonesia bukan sekadar refleksi sementara dari hubungan politik atau ekonomi, melainkan lebih lanjut mengatakan sebagai aspek sejarah dan budaya yang panjang.

“ Turki dan Indonesia memiliki nilai-nilai yang sama. Kita memiliki potensi besar, potensi yang sangat besar jika kita berkolaborasi bersama. Saya yakin kita bisa menjadi pemain terbaik di dunia dan saya pikir kami harus melipatgandakan upaya kami untuk berkolaborasi lebih banyak di setiap area,” Kata Dubes Turki.

Kemudian disambungkan oleh dubes LBPP Republik Demokratik Rakyat Aljazair untuk Republik Indonesia, Lahcene Kaid-Slimane menyebutkan bahwa hubungan bersejarah yang dimiliki Indonesia dengan Aljazair sudah terbentuk sejak Konferensi Asia-Afrika pada tahun 1955 lalu.

“Kami memiliki hubungan yang sangat bersejarah antara Indonesia dan Aljazair sejak 1955, Konferensi Asia-Afrika. Kami sangat bangga dengan hubungan historis antara negara kami ini,” ungkap Lahcene Kaid-Slimane

Sementara itu, Duta Besar LBBP Republik Peru untuk Republik Indonesia, Luis Raūl Tsuboyama Galvān mengatakan salah satu pilar hubungan bilateral antara Indonesia dengan Peru adalah kerja sama ekonomi.

Untuk itu Luis menambahkan bahwa berkeingian bekerja dengan Indonesia untuk meningkatkan perdagangan bilateral.

“Salah satu pilar hubungan bilateral ini adalah bekerja, meningkatkan perdagangan bilateral kita. Kami bekerja dengan rekan-rekan Indonesia kami dalam negosiasi perjanjian perdagangan bebas,” ujar Dubes Peru.

Terkait kerja sama untuk memajukan perdagangan juga menjadi salah satu prioritas kerja yaitu dari Duta Besar Republik Sosialis Vietnam untuk Republik Indonesia, Ta Van Thong.

Ta Van Thong  mengatakan bahwa Indonesia dan Vietnam memiliki penduduk yang besar di ASEAN dan ia ingin agar volume perdangan kedua negara bisa meningkat.

“Prioritas saya untuk lebih memajukan kerja sama ekonomi kedua negara, terutama di bidang perdagangan. Anda tahu bahwa Vietnam dan Indonesia adalah dua tetangga di ASEAN dan gabungan populasi kedua negara tersebut mencapai 60 persen dari total populasi ASEAN. Jadi target saya adalah meningkatkan volume perdagangan kedua negara hingga 60 persen dari total perdagangan ASEAN,” Jelas Ta Van Thong

Sementara itu, Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Republik Indonesia, Lu Kang, menyebut bahwa Tiongkok dan Indonesia adalah dua negara berkembang utama dan dua negara penting di kawasan. Dalam beberapa tahun terakhir kedua negara juga telah mengalami kemajuan di berbagai sektor dan ia ingin membawa lebih banyak kerja sama bagi kedua negara.

“Tentu saya merasa bertanggung jawab untuk melaksanakan semua kesepakatan umum yang dicapai antara dua presiden dan membawa lebih banyak kerja sama yang dapat bermanfaat bagi kedua rakyat kita yang dapat kondusif juga bagi stabilitas dan kemakmuran kawasan,” ungkap Dubes Tiongkok.





(Sumber : BPMI Setpres)

Reponsive Ads