Menteri L,uar Negeri China Tegaskan Masalah Dengan Taiwan Berbeda Dengan Konflik Di Rusia-Ukaraina / Reuters Berita 24 Indonesia - Menteri...
| Menteri L,uar Negeri China Tegaskan Masalah Dengan Taiwan Berbeda Dengan Konflik Di Rusia-Ukaraina / Reuters |
Wang Yi menegaskan Taiwan selalu menjadi bagian dari
China.
Hal ini berarti isu Taiwan merupakan bagian dari China
dan sepenuhnya merupakan masalah domestik, bukan sengketa antara dua negara sebagaimana
terjadi dalam konflik Rusia-Ukraina.
Pada Senin (7/3/2022) dilansir dari reuters, Wang mengatakan bahwa
menyamakan Taiwan dengan konflik Ukraina-Rusia, hal ini menunjukkan standar
ganda yang secara terang-terangan ditunjukkan pihak tak bertanggung jawab.
China mengklaim pulau yang diperintah secara
demokratis itu sebagai wilayahnya sendiri, dan Jelas Waang selama dua tahun
terakhir telah meningkatkan tekanan militer terhadap Taiwan, karena tidak
pernah meninggalkan penggunaan kekuatan untuk membawanya di bawah kendali
Beijing.
Pemerintah China dan Taiwan setuju bahwa situasi
Taiwan dan Ukraina berbeda, tetapi untuk alasan yang berbeda.
"Kami telah melihat bahwa beberapa orang
menekankan prinsip kedaulatan pada masalah Ukraina, tetapi terus merusak
kedaulatan dan integritas teritorial China dalam masalah Taiwan. Ini adalah
standar ganda yang telanjang," kata
Wang.mengatakan Taiwan tidak pernah menjadi negara
merdeka, sementara pembuat chip utama Taiwan mengatakan bahwa Taiwan penting
secara geopolitik dan tidak seperti Ukraina dan Rusia.
Taiwan tidak memiliki perbatasan darat dengan China.
Komentar Wang ditujukan ke Amerika Serikat, negara
paman Sam merupakan pemasok senjata dan pendukung internasional terpenting
Taiwan. Tindakan AS membuat marah China.
China tidak pernah sedia untuk mengakui klaim
kedaulatan oleh pemerintah Taiwan, Sebaliknya Taipei mengatakan Republik Rakyat
China tidak pernah memerintah pulau itu dan hanya rakyat Taiwan yang dapat
memilih masa depan mereka.
Wang mengatakan dalam konferensi pers tahunannya, di
sela-sela pertemuan parlemen tahunan China, bahwa ketegangan adalah kesalahan
Taiwan atas penolakan pemerintah untuk menerima mereka bagian dari China, yang
akan "menghacurkan masa depan Taiwan".
Lanjt Wang berharap masa depan Taiwan terletak dalam
perkembangan hubungan di selat yang memisahkan mereka.
Dewan Urusan Daratan Taiwan mengatakan bahwa itu
merupakan ancaman militer China, tekanan diplomatik dan upaya untuk
"menyerang" pulau itu yang merupakan penyebab ketegangan sebenarnya.
"Hal ini juga menunjukkan mengapa mereka tidak
mau mengutuk agresi Rusia," tambahan Dewan Urusan Daratan Taiwan dalam
sebuah pernyataan.
Diketahui China telah menolak untuk mengutuk serangan
Rusia ke Ukraina atau menyebutnya sebagai invasi.
(Sumber : Reuters)