Page Nav

HIDE

Gradient Skin

Gradient_Skin

Responsive Ad

Malaysia Menolak Kapal Tenker Minyak Rusia "Linda" Singgah Di Pelabuhan Kuala Linggi

Malaysia Menolak Kapal Tenker Minyak Rusia "Linda"  Singgah Di Pelabuhan Kuala Linggi/Reuters Berita 24 Indonesia -  Sebuah kapal ...

Malaysia Menolak Kapal Tenker Minyak Rusia "Linda"  Singgah Di Pelabuhan Kuala Linggi/Reuters



Berita 24 Indonesia
Sebuah kapal tanker minyak berbendera Rusia yang ditargetkan oleh sanksi AS itu, tidak diizinkan untuk singgah di pelabuhan Kuala Linggi, Malaysia, Hal ini dinyatakan pemerintah Malaysia, pada Selasa (3/1/2022), di tengah meningkatnya pengawasan terhadap bisnis yang terkait dengan Moskow atas invasi ke Ukraina.

Dilansir dari reuters,“Linda”, nama kapal tanker minyak mentah, yang diidentifikasi dalam dokumen Departemen Keuangan AS yang merinci sanksi terhadapRusia, sedang menuju pelabuhan Malaysia dan dijadwalkan akan tiba pada akhir pekan.

Kementerian transportasi Malaysia dalam sebuah pernyataan mengatakan operator pelabuhan telah memutuskan untuk menolak niat kapal untuk berlabuh di sana "agar tidak melanggar sanksi apa pun".

"Kementerian akan terus meninjau situasi untuk bertindak lebih lanjut yang mungkin diperlukan sesuai dengan kebijakan pemerintah saat ini," kata Kementerian Transportasi Malaysia, yang juga tidak menyatakan posisi pemerintah Malaysia tentang sanksi AS.

Menurut Amerika Serikat, “Linda” dimiliki oleh PSB Leasing, unit pemberi pinjaman Rusia Promsvyazbank, yang juga terkena sanksi internasional.

Namun dalam sebuah pernyataan melalui reuters, Promsvsyabank mengatakan PSB Leasing bukan milik “Linda”, mereka menambahkan bahwa kapal itu telah ditebus oleh pemiliknya pada April tahun 2021 lalu, Bank mengatakan siapa pemiliknya.

Pihak berwenang Prancis pada Sabtu menanggapi kapala lain; Baltic Leader, yang menurut Prancis dimiliki oleh PSB Leasing.

 Promsvsyabank juga membantah bahwa anak perusahaannya memiliki kapal tersebut.

Kelompok advokasi AS mengatakan bahwa “Linda” juga diduga mengangkut minyak Iran.

Pihak Malaysia tidak memberikan komentar resmi mengenai sanksi internasional yang dijatuhkan kepada Rusia atas invasi tersebut.

Tetangga Singapura ini, pusat pengiriman dan keuangan regional, pada Senin lalu mengecam invasi Rusia, dan mereka mengatakan akan memberlakukan pembatasan perbankan dan keuangan yang ditargetkan, serta mencegah ekspor barang-barang yang dapat digunakan sebagai senjata melawan Ukraina.

 

(Sumber : Reuters)

Reponsive Ads