Hilman Latief : Kebijakan Arab Saudi Yang Baru Akan Berdampak Pada Penyelenggara Umrah/suarapemerintah.id Berita 24 Indonesia - Pemerintah...
| Hilman Latief : Kebijakan Arab Saudi Yang Baru Akan Berdampak Pada Penyelenggara Umrah/suarapemerintah.id |
Dirjen
Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief menilai kebijakan Saudi yang baru
ini akan berdampak pada penyelenggaraan umrah.
Untuk itu, Lanjut Hilman berharap Kementerian
Kesehatan dan Badan Nasional Pencegahan Bencana (BNPB) bisa mengambil langkah
penyelarasan.
"Terkait keputusan Saudi Arabia mencabut sebagian
besar dari kebijakan protokolnya, khususnya berkenaan dengan karantina dan PCR,
maka akan ada konsekuensi juga terhadap kebijakan penyelenggaraan umrah di
Indonesia. Saya optimis akan segara ada penyelarasan kebijakan. Apalagi,
Indonesia saat ini juga sudah mulai melakukan penyesuain kebijakan masa
karantina," ucap Hilman tertulis pada keterangannya di laman resmi
Kementerian Agama, yang diterima di Jakarta, pada Minggu (6/3/2022).
Dikatakan Hilman, Kemenag akan berbicara dengan
berbagai pihak terkait kebijakan resiprokral (reciprocal policy) antara Pemerintah Saudi dan Indonesia
untuk urusan haji dan umrah ini.
"
Kebijakan One Gate Policy atau satu pintu pemberangkatan
jemaah umrah dari asrama haji juga akan disesuaikan," Tambahannya.
Menurut
Hilman, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan BNPB dan Kemenkes. Sebab,
kedua lembaga ini yang berwenang dalam teknis pengaturan kebijakan terkait
pencegahan penyebaran Covid-19.
Koordinasi ini sangat diperlukan mengingat ada
sejumlah ketentuan yang memang harus dikompromikan.
Hilman
memberi contoh, diantaranya yakni sudah tidak dipersyaratkan lagi karantina dan
cek PCR saat masuk ke Arab Saudi.
Menurut Hilman mengatakan hal ini harus direspon
secara mutual recognition.
“Jadi, jangan sampai di sananya tidak perlu karantina
di kita masih dipaksa karantina. Atau jangan sampai di sana tidak dibutuhkan
PCR, di kita harus PCR untuk berangkatnya, dan lain-lain," jelasnya.
Hilman
mengatakan bahwa posisi Kementerian agama lebih pada mempersiapkan
penyelenggaraan kebijakan terkait pencegahan Covid-19.
“ Termasuk jika nantinya Indonesia juga harus mencabut
kebijakan one gate policy sebagaimana yang selama ini sudah
berjalan,” Sambungnya.
(Sumber : Kementerian Agama)