Amerika Serikat Memastikan China Terkait Kunjungan Yang Direncanakan Oleh Kepala HAM PBB /Reuters Berita 24 Indonesia - Rabu, (09/03/2022)...
Selasa (8/3) kemarin Michele Bachelet memberitahukan
bahwa dirinya telah mencapai kesepakatan dengan China untuk melakukan kunjungan
pertama kalinya di bulan Mei mendatang.
Dilansir dari Reuters, pertemuan ini akan menjadi
kunjungan pertama ke China oleh Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia
sejak 2005.
Kemudian Sheba Crocker sebagai duta besar AS untuk PBB
di Jenewa, mengatakan bahwa Bachelet harus mendapatkan pertemuan pribadi dengan
berbagai orang dan kelompok Uyghur di Xinjiang, dan memiliki akses ke
tempat-tempat di mana "kekejaman" dan pelanggaran termasuk kerja
paksa telah dilaporkan.
"Setiap pembatasan akses yang dikenakan pada
Komisaris Tinggi atau Kantornya, atau campur tangan dengan kegiatan atau
pelaporan mereka, akan sangat merusak kredibilitas kunjungannya dan mendukung
propaganda yang menyangkal pelanggaran yang terjadi di Xinjiang," Sheba
Crocker, dikutip reuters
Aktivis itu mengatakan sekitar 1 juta muslim Uyghur
dan minoritas lainnya telah ditahan dalam penahanan massal di wilayah barat
yang terpencil.
Dan tambahannya menyatakan bahwa China menolak tuduhan
pelecehan, dan menggambarkan “kamp pendidikan ulang” sebagai pusat kejuruan
yang dirancang untuk memerangi ekstremisme, dan pada akhir tahun 2019 dikatakan
semua orang di kamp telah "lulus".
Crocker juga mendesak Bachelet untuk merilis laporan yang
sudah ada, dan yang juga telah lama dinanti-nantikan oleh kantornya tentang
dugaan pelanggaran di Xinjiang tanpa penundaan lebih lanjut.
Bachelet, dalam pidatonya di Dewan Hak Asasi Manusia
PBB pada selasa kemarin, tidak mengacu pada laporan tersebut, di mana kantornya
mulai mengumpulkan bukti dan kesaksian di akhir tahun 2018.
(Sumber : Reuters)