Tinjau Kegiatan PT.Toyota Motor Manafacturing Indonesia, Jokowi : Apresiasi Kualitas SDM Dalam Produksi Mobil Ekspor/BPMI Setpres Berita 24 ...
| Tinjau Kegiatan PT.Toyota Motor Manafacturing Indonesia, Jokowi : Apresiasi Kualitas SDM Dalam Produksi Mobil Ekspor/BPMI Setpres |
Dalam tinjuan tersebut, Presiden Jokowi apresiasi PT
Toyota Motor Manufacturing Indonesia yang telah mencatatkan volume sebesar 2
juta unit mobil secara kumulatif.
“Saya sangat menghargai, sangat mengapresiasi, karena
apapun tadi kita sudah melihat produknya Fortuner, selain produk-produk yang
lain, ini dihasilkan oleh SDM-SDM Indonesia yang memiliki kualifikasi yang
sangat baik untuk produk ekspor,” ujar Jokowi dalam sambutannya, dilansir dari
BPMI Setpres.
Lanjutnya, kepala negara ini memandang bahwa produk
ekspor yang dihasilkan produsen di Indonesia akan bersaing juga dengan
produk-produk lain dari negara-negara produsen mobil.
Menurutnya, konsumen akan memilih suatu produk jika
produk tersebut memiliki kualitas dan kualifikasi yang baik juga.
“Ini membuktikan bahwa SDM-SDM Indonesia memiliki
kualifikasi yang baik dalam memproduksi mobil. Sangat teliti, sangat cermat,
sangat hati-hati karena ini menyangkut keselamatan orang,” imbuhnya.
Selain itu, Jokowi juga mengapresiasi upaya Menteri
Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita yang terus mendorong ekspor mobil ke
hampir 80 negara di empat benua.
Dan tambahannya, Jokowi merasa senang karena tingkat
kandungan dalam negeri (TKDN) produk mobil yang dihasilkan Toyota telah
mencapai lebih dari 75 persen.
“Saya senang juga bahwa kandungan lokalnya, TKDN-nya
sudah lebih dari 75 persen, local purchase-nya. Banyak komponen, banyak spare part,
juga aksesoris-aksesoris yang ada di dalam mobil itu disuplai dari
industri-industri UKM kita dan ini juga sangat baik untuk menghidupkan
usaha-usaha kecil yang ada di negara kita,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga secara
simbolis melepas ekspor perdana mobil Toyota Fortuner ke Australia dengan
mengibarkan bendera start. Ekspor ke Australia ini, menurut Presiden, merupakan
langkah PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia mengambil peluang di tengah
pandemi Covid-19.
“Pandemi juga membuka untuk kita bisa mengambil
peluang dan kesempatan yang ada, baik itu mengambil pasar-pasar baru, yang
peluang itu telah hari ini telah terbukti diambil kesempatan itu dengan baik
oleh PT Toyota Motor Manufacturing dengan ekspor perdananya ke Australia,”
tandasnya.
Pada kesempatan yang sama Menteri Perindustrian Agus
Gumiwang Kartasasmita dalam laporannya mengatakan bahwa industri pengolahan
nonmigas mencatat pertumbuhan 3,67 persen sepanjang tahun 2021, lebih tinggi
dibandingkan tahun 2020 yang kontraksi minus 2,52 persen akibat pandemi. Secara
khusus, industri otomotif tumbuh luar biasa pada tahun 2021, mencapai
pertumbuhan dua digit yaitu 17,82 persen.
“Industri otomotif nasional saat ini di Indonesia ada
21 perusahaan, Bapak, yang kapasitas produksinya 2,35 juta unit per tahun.
Penyerapan tenaga kerjanya juga cukup tinggi, yang langsung maupun tidak
langsung, sekitar 1,5 juta tenaga kerja di sepanjang mata rantai bidang industri,”
ujar Agus Gumiwang Kartasasmita.
(Sumber : BPMI Setpres)