Sistem Perbankan Lumpuh Di Afghanistan, Palang Merah Afghanistan : Hal Ini Membuat Afghanistan Menuju Kehancuran/Reuters Berita 24 Indonesia...
| Sistem Perbankan Lumpuh Di Afghanistan, Palang Merah Afghanistan : Hal Ini Membuat Afghanistan Menuju Kehancuran/Reuters |
Pernyataan tersebut dikatakan oleh salah satu
organiasai palang merah pada Jumat kemarin (25/02/2022), kemudian mereka
menambahkan dengan sistem perbankan yang lumpuh menghalangi upaya internasional
untuk mendapatkan bantuan keuangan ke negara yang dilanda perang tersebut.
Lalu organisasi palang merah terpaksa mengandalkan
pertukaran uang informal dengan memindahkan uang tunai untuk membayar gaji
karyawan, meskipun sebagian besar dari sekitar 500.000 pegawai negara
Afghanistan kini telah bekerja tanpa bayaran selama berbulan-bulan.
"Sistem perbankan lumpuh total. Bank sentral
tidak beroperasi," kata Direktur Jenderal Komite Internasional untuk
Palang Merah Robert Mardini dikutip dari Reuters.
Seraya demikian, Mardini menambahkan bahwa mereka juga
membayar sekitar 10.000 dokter dan perawat menggunakan jaringan transfer uang
'hawala' informal.
Mardini mengatakan melalui telepon dari ibu kota Kabul
bahwa masyarakat internasional dan Taliban perlu menemukan solusi pragmatis
untuk membuat sistem perbankan berjalan saat Afghanistan digantung seutas
benang.
"Anda tidak bisa begitu saja menjalankan negara
dengan sistem hawala. Perlu ada negosiasi politik untuk ini. Tapi waktu terus
berjalan," Sambung Mardini.
Penguasa baru Afghanistan telah mengimbau kepada masyarakat
internasional untuk membantu negara itu, dan juga mendesak miliaran dolar aset
beku di luar negeri untuk dibebaskan.
Ekonomi Afghanistan bergantung terhadap bantuan
sebelum pemerintah yang didukung barat digulingkan oleh Taliban tahun lalu,
yang berada di bawah sanksi sepihak yang telah membuat bank asing enggan memfasilitasi
transfer uang bantuan.
Hal ini Amerika Serikat telah berusaha untuk
menghilangkan ketakutan bahwa mereka yang memberikan bantuan kemanusiaan ke
Afghanistan akan melanggar sanksi dan mengatakan akan membebaskan $3,5 miliar
aset bank sentral Afghanistan yang dibekukan di wilayah AS untuk membantu warga
Afghanistan.
Mardini mengatakan Palang Merah akan segera meminta
tambahan $50 juta dari para donor untuk bantuan ke Afghanistan di tahun 2022
ini, di atas 150 juta franc Swiss ($161 juta) yang sudah dianggarkan.
"Bantuan kemanusiaan dibutuhkan lebih dari
sebelumnya," kata Mardini.
(Sumber : Reuters)