Pertemuan Jokowi Dengan Pimpinan Bank Dunia, Begini Pembahasannya/BPMI Setpres Berita 24 Indonesia - Presiden Republik Indonesia Joko Wido...
Pimpinan Dunia yang bertemu Jokowi yaitu Axel Van
Trotsenburg selaku Managing Director of Operations, Manuela V. Ferro selaku
Vice President East Asia and Pasific Region, serta Satu Kahkonen selaku Country
Director Indonesia.
“Area yang
dibicarakan tadi sedikit mengenai Covid, kemudian tadi mengenai energy transition mechanism, terus
kemudian juga tadi bicara menyangkut masalah mangrove, bicara tadi ibu kota,
sangat luas pembicaraan tadi, dan juga bicara mengenai sampai pada Myanmar
juga,” ujar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar
Pandjaitan dalam keterangannya tertulis di laman resmi BPMI Setpres.
Kemudian dilanjutkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani
yang juga turut hadir dalam pertemuan tersebut, menambahkan bahwa Bank Dunia
memberikan dukungannya terhadap agenda-agenda G20 di Indonesia.
Menurut Menkeu ini, kepemimpinan Indonesia pada G20
yang didukung oleh dunia internasional memegang peranan penting dalam upaya
pemulihan ekonomi global selepas pandemi.
“Banyak negara yang masih tertinggal dan itu tentu
perlu mendapatkan perhatian agar tema Indonesia ‘Recover Together, Recover
Stronger’ itu bisa betul-betul terjadi di mana kepemimpinan Indonesia dan
melalui dukungan dari G20, serta lembaga-lembaga internasional bisa memberikan
perhatian kepada negara-negara yang masih belum bisa pulih.” Ujarnya
Sambungnya Ia mengatakan hal tersebut juga karena
akses vaksinnya kurang, dan juga dari sisi tantangan ekonomi di dalam negeri
dari negara-negara yang berpendapatan rendah itu menjadi suatu tantangan yang
luar biasa.
“ Jadi ini adalah salah satu pembahasan untuk G20,
Bank Dunia akan mendukung dan tentu kepemimpinan Indonesia penting,”
Tambahannya
Selain itu, dalam pertemuan tersebut Ungkap Sri membahas
mengenai bagaimana Indonesia bisa menjadi contoh penerapan transisi energi, melaksanakan
Komitmen Paris, hingga menurunkan karbon sesuai dengan nationally determined
contribution (NDC) Indonesia.
Namun, Lanjut Sri Mulyani untuk mencapai ambisi net zero di
dunia, Indonesia memerlukan dukungan internasional terutama dalam hal pendanaan
dan kerangka kebijakan.
“Dalam hal ini tadi pembahasannya sangat konkret
karena Indonesia sudah punya sekarang mekanisme untuk membentuk carbon price, carbon market, carbon tax,
dan Indonesia juga membangun renewable energy yang cukup banyak.
Bagaimana ini nanti akan dibawa di dalam forum internasional sehingga support dari
internasional, baik dari sisi pendanaan dan juga dari sisi policy framework itu
bisa berjalan baik,” paparnya.
Selanjutnya, pertemuan ini juga membicarakan mengenai
ketahanan pangan dunia. Menurut Menteri Keuangan, Presiden Jokowi menyampaikan
perhatiannya terkait tren kenaikan harga pangan dunia yang bisa mengancam
pemulihan ekonomi dunia.
“Bapak Presiden sangat ingin bahwa pemulihan ekonomi
dunia itu tidak terdisrupsi karena kenaikan harga, terutama harga pangan, yang
tentu akan sangat membebani masyarakat. Oleh karena itu, perlu suatu
kesepakatan global mengenai hal itu,” ungkapnya.
Selanjutnya di bidang lingkungan, tututr Menkeu Bank
Dunia juga memberikan dukungan untuk program penanaman kembali mangrove di
Indonesia. Salah satu contoh upaya Indonesia dalam penanganan dampak perubahan
iklim.
“Juga dari sisi kemampuan untuk menjaga hutan kita
tidak terjadi kebakaran selama tiga tahun ini yang tentu akan sangat berbeda
sekali dengan situasi di berbagai negara yang sedang menghadapi kebakaran
hutan,” Pungkasnya.
(Sumber : BPMI Setpres)