Menteri Pertahanan Prancis : Indonesia Memesan 42 Jet Tempur Rafale/Tribunnews Berita 24 Indonesia - Menteri Pertahanan Prancis Florence P...
"Sudah resmi: Indonesia memesan 42 Rafale,"
katanya dalam tweet yang
menambahkan, negara Pasifik juga akan bekerjasama dengan Prancis di sektor
kapal selam, seperti dikutip Reuters.
Lanjut Florence Parly menyebut menyebut pembelian jet ini merupakan bukti dari
kerjasama militer yang cukup dalam antara Jakarta dengan Paris.
"Kemitraan
strategis kita akan mendapat manfaat dari pendalaman hubungan pertahanan kita.
Perancis dengan bangga berkontribusi pada modernisasi angkatan bersenjata mitra
kami, yang memainkan peran penting di ASEAN dan di Indo-Pasifik,"
Tambahannya
Kesepakatan kedua negara tersebut itu terjadi ketika
Paris, yang memandang dirinya sebagai kekuatan maritim global, berusaha untuk
memperluas hubungan geopolitik di Indo-Pasifik setelah Amerika Serikat, Inggris,
dan Australia untuk menciptakan aliansi strategis baru tahun lalu yang disebut
AUKUS.
Sebagai informasi yang tengah diberitakan bahwa Indonesia resmi mengakuisisi enam jet tempur Rafale produksi Dassault Aviation asal Perancis.
“Rencananya kami akan mengakuisisi 42 Rafale,” kata
Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto saat ditemui Menhan Prancis,
Florence Parly.
Dilansir dari reuters, seorang pejabat dari kementerian
pertahanan Prancis mengatakan kepada wartawan dalam sebuah briefing bahwa
kesepakatan jet, yang akan meningkatkan produksi di Dassault Aviation, Safran
dan Thales, bernilai $8,1 miliar.
"Kita
mulai hari ini dengan tanda tangan kontrak pertama untuk 6 pesawat,"
Tambahan Prabowo.
Fase pertama dari kesepakatan, lebih dari enam jet
Rafale, akan dieksekusi selama beberapa bulan ke depan, sedangkan 36 sisanya
akan dikirimkan pada tahap selanjutnya, baik akhir tahun ini atau tahun depan.
Selain jet tempur, Indonesia juga
akan membeli dua kapal selam kelas Scorpene dari Prancis,
yang diproduksi oleh Naval Group, kata kementerian pertahanan Prancis.
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo bertemu
Menteri Pertahanan Parly pada Kamis (10/02) dan menyambut baik penandatanganan
kesepakatan pengembangan kapal selam, pengadaan satelit, dan produksi amunisi.
“ Saya berharap kemitraan pertahanan tidak hanya fokus
pada pembelian munisi, tetapi juga dengan memperhatikan pengembangan dan
produksi bersama, transfer teknologi, dan investasi di industri pertahanan,”
kata Jokowi dalam keterangannya.
(Sumber : Reuters)