Page Nav

HIDE

Gradient Skin

Gradient_Skin

Responsive Ad

Memindahkan IKN, Gus Jazil Menilai Sebagai Langak Tepat Memeratakan Pembangunan

Memindahkan IKN, Gus Jazil Menilai Sebagai Langak Tepat Memeratakan Pembangunan/Doc.MPR RI Berita 24 Indonesia - Memindahkan  Ibu Kota Nega...

Memindahkan IKN, Gus Jazil Menilai Sebagai Langak Tepat Memeratakan Pembangunan/Doc.MPR RI

Berita 24 Indonesia - Memindahkan Ibu Kota Negara (IKN) dari Jakarta ke Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid menilai sebagai langkah yang tepat. Karena Jakarta dan Jawa, menurutnya dari waktu ke waktu bebannya semakin berat.

“ populasi penduduk semakin bertambah sehingga membuat daya dukung infrastruktur juga semakin padat,” Tambahannya tertulis dalam resmi MPR, Minggu (6/02/2022).

Lanjutnya mengatakan bila hal demikian tidak diatasi (perpindahan IKN), ke depan akan menimbulkan berbagai permasalahan seperti soal demografi, lingkungan, ekonomi, dan pemerataan pembangunan.

Jazilul Fawaid  mengungkapkan keinginan memindahkan IKN ini juga pernah ingin dilakukan pada masa Presiden Soekarno yang ada keinginan memindahkan ibu kota ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Kemudian, di masa Presiden Soeharto, Jazilul mengatakan juga ada keinginan serupa memindahkan ibu kota ke Jonggol, Bogor, Jawa Barat.

 “ Jadi rencananya sudah lama, meski tempatnya tidak sama,” tuturnya.

Setelah mengunjungi lokasi IKN di PPU, Jazilul menilai bahwa lokasi yang ada sangat tepat.

Menurutnya secara geografis disebut kawasan IKN sepertinya berada di tengah Indonesia sehingga jarak dari barat dan timur sama. Meski saat dikunjungi lokasi yang ada masih berupa hamparan hutan namun PPU disebut dijepit oleh dua kota besar, yakni Samarinda dan Balikpapan.

“ Kedua kota itu saat ini memiliki pelabuhan udara, pelabuhan laut dan sungai, yang modern,” tuturnya. “Fasilitas di kedua kota itu juga sama dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia,” tambahnya.

Lalu, lanjutnya mengatakan di antara Samarinda dan Balikpapan inilah yang akan memudahkan pergerakan orang dan barang saat IKN dibangun atau sudah berdiri.

“ Ke IKN untuk penerbangan bisa lewat Balikpapan atau Samarinda, Demikian juga bila lewat laut bisa lewat laut di Balikpapan atau sungai di Samarinda” ungkapnya.

Dalam kunjungan tersebut, pria yang akrab dipanggil Gus Jazil ini melihat di lokasi IKN belum ada penduduknya.

“ Nah di sinilah keuntungannya sebab pemerintah bisa melakukan pembangunan tanpa dibebani dengan masalah pemindahan penduduk,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan oleh Gus Jazil berharap IKN ini tidak hanya menjadi ibu kota pemerintahan, namun juga sebagai pusat budaya dan simbol persatuan bangsa.

“ Harus menjadi kota yang menampilkan kebhinnekaan, modern, ramah lingkungan, rapi, bersih, dan teratur,” ucapnya.


Reponsive Ads