Page Nav

HIDE

Gradient Skin

Gradient_Skin

Responsive Ad

Korea Selatan Mencatat Untuk Pertama Kali Varian Baru Omicron Mencapai 90.000 Kasus

Korea Selatan Mencatat Untuk Pertama Kali Varian Baru Omicron Mencapai 90.000/Reuters Berita 24 Indonesia -  Korea Selatan mencatat jumlah ...

Korea Selatan Mencatat Untuk Pertama Kali Varian Baru Omicron Mencapai 90.000/Reuters



Berita 24 Indonesia
Korea Selatan mencatat jumlah harian kasus virus corona baru mencapai 90.000 untuk pertama kalinya, karena varian baru Covid-19 yaitu Omicron menyebar cepat, dan juga telah melihat penghitungan harian hampir dua kali lipat hanya dalam seminggu.

90.443 kasus yang dilaporkan pada Selasa (15/02) merupakan lonjakan drastis dari 57.177 yang dicatat oleh Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) sehari sebelumnya.

Lonjakan telah melihat virus menyebar melalui bisnis dan masyarakat Korea, serta liga bola basket dan bola voli putra, pada Rabu (16/02) dihentikan karena puluhan pemain dinyatakan positif Covid-19.

Dilansir dari reuters, per Selasa (15/02) total infeksi di negara itu sejak pandemi mulai naik menjadi 1.552.851, tetapi angka kematian trelatif rendah dengan 39 kematian, dan total 7.202 sejauh ini.

Penangguhan Liga Bola Basket Korea (KBL) dan Federasi Bola Voli Korea (KOVO) terjadi setelah liga bola voli profesional putri dihentikan pada pekan lalu.

KBL telah menekan infeksi di antara pemain dan anggota staf, tetapi akhirnya membatalkan semua pertandingan yang direncanakan minggu ini setelah tiga tim melaporkan masing-masing terdapat lebih dari 10 kasus.

Kemudian KOVO mengatakan liga akan ditunda hingga 24 Februari untuk memastikan semua tim memiliki pemain yang cukup untuk mengisi daftar nama mereka.

Perdana Menteri Kim Boo-kyum mengatakan pemerintah sedang mempertimbangkan untuk melonggarkan pembatasan jarak yang ketat saat ini dan menutup untuk restoran, kafe dan bar, pukul 9 malam, serta larangan pertemuan lebih dari enam orang dan telah divaksinasi.

"Kami melihat pandangan yang beragam dan berbagai masalah mengenai penyesuaian jarak, dan kami akan membuat keputusan setelah mendengarkan banyak pendapat," kata juru bicara kementerian kesehatan Son Young-rae dikutip dari reuters.

Data KDCA memberitahukan lebih dari 86% warga Korea Selatan telah divaksinasi lengkap dan 58% telah menerima suntikan booster.

 

 

(Sumber : Reuters)

Reponsive Ads