Page Nav

HIDE

Gradient Skin

Gradient_Skin

Responsive Ad

KBRI Windhoek Promosikan Bumbu Indonesia Di Namibia

 KBRI Windhoek Promosikan Bumbu Indonesia Di Namibia Berita 24 Indonesia -  Dalam rangka mendukung program “Indonesia Spice Up the World &q...

 KBRI Windhoek Promosikan Bumbu Indonesia Di Namibia



Berita 24 Indonesia
Dalam rangka mendukung program “Indonesia Spice Up the World", KBRI Windhoek menyelenggarakan kegiatan promosi produk bumbu Indonesia yang digelar pada tanggal 11 Februari 2022

Program tersebut mengusung tema “Indonesian Culinary Promotion", dan acara ini ditujukan kepada jejaring importir bumbu, para penggiat kuliner, pengusaha pasar swalayan dan restoran di Namibia.

Kemudian KBRI Windhoek melakukan demo masak makanan Indonesia dengan menggunakan bumbu instan dari PT Indofood Sukses Makmur, Tbk, PT Sasa Inti Indonesia dan PT Bali Maya Permai seperti bumbu rasa rendang, nasi goreng, ayam goreng tepung, bakwan dan ikan sarden.

Selain demo masak, KBRI Windhoek juga menampilkan sejumlah produk kuliner Indonesia antara lain: bumbu instan, rempah-rempah (lada), sambal, saus tomat, kecap manis, santan kelapa, minyak goreng kelapa sawit, mentega, mie instan, ikan kaleng, dan kopi instan 

Hal tersebut dilakukan oleh KBRI Wundhoek untuk mempermudah importir Namibia dalam mengenal produk ekspor kuliner Indonesia, dan melakukan interaksi secara langsung dengan eksportir dan produsen makanan di Indonesia secara virtual.

“Indonesia ingin membawa lebih banyak rempah-rempah lokal ke luar negeri, menunjukkan kepada dunia kekayaan rempah-rempah Indonesia, dan menarik wisatawan mencoba hidangan lokal kami secara langsung," kata Duta Besar RI Windhoek, Wisnu Edi Pratignyo dalam sambutannya, dilansir dari laman resmi kemlu.go.id.

Selanjutnya, dalam paparan “Introductory Culinary Promotion Program", Sdr. Sulthon Sjahril, Pelaksana Fungsi Ekonomi KBRI Windhoek menyampaikan gambaran potensi rempah-rempah Indonesia ini merupakan negara pengekspor rempah-rempah terbesar keempat di dunia, dan Indonesia dikenal sebagai produsen lada terbesar kedua di dunia.

Lebih dalam Sulthon Sjahril mengatakan bahwa  Industri rempah-rempah Indonesia dinilai sangat menguntungkan.

Menurut Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Ucap Sulthon Sjahril ekspor rempah-rempah dan herbal setiap tahunnya mencapai USD 500 juta.

Acara tersebut juga menyertakan pengusaha Namibia memberikan testimoni mengenai berbisnis dengan Indonesia, salah satunya adalah Anthony Atejioye, pemilik Future Image Investment CC, importir produk mie instan Indomie di Namibia.

Dalam testimoni Anthony menyebutkan bahwa Indonesia merupakan salah satu produsen bumbu/rempah-rempah di dunia dan memiliki pengemasan yang menarik.

Lebih jelas Anthony  mengatakan produk-produk Indonesia memiliki kualitas baik, dan dirinya menyatakan kesiapannya untuk bekerja sama dengan perusahaan Indonesia dalam distribusi produk bumbu Indonesia di pasar Namibia.

KBRI Windhoek  juga menyebutkan bahwa PT Sasa Inti Indonesia juga berkesempatan untuk memperkenalkan produk makanannya yang telah berhasil diekspor ke berbagai benua termasuk di Afrika antara lain ke Kenya, Mesir, Ghana dan Madagaskar.

Tarsisius Marianto, GM International Business Development mengatakan bahwa Sasa senantiasa berupaya untuk menjaga kualitas produknya dengan memenuhi berbagai sertifikasi serta ingin menjadi salah satu industri makanan terkemuka di Indonesia dan berstandar internasional.

“ Dengan kegiatan promosi ini, diharapkan ke depannya tidak hanya mendorong industri kuliner Indonesia khususnya peningkatan nilai ekspor produk bumbu Indonesia ke Namibia, namun sekaligus juga menarik wisatawan untuk datang ke Indonesia guna mencicipi langsung berbagai kuliner dengan berbagai rempah khas.” Ujar Tarsisius Marianto  

Dalam Kegiatan ini juga dihadiri oleh perusahaan retail ternama di Namibia antara lain Woermann Brock, SPAR, Shoprite, Pick n Pay dan OK Foods.​

 

 

(Sumber : Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia)


Reponsive Ads