KBRI Windhoek Promosikan Bumbu Indonesia Di Namibia Berita 24 Indonesia - Dalam rangka mendukung program “Indonesia Spice Up the World &q...
Program tersebut mengusung tema “Indonesian Culinary Promotion", dan acara ini ditujukan kepada
jejaring importir bumbu, para penggiat kuliner, pengusaha pasar swalayan dan
restoran di Namibia.
Kemudian KBRI Windhoek melakukan demo masak
makanan Indonesia dengan menggunakan bumbu instan dari PT Indofood
Sukses Makmur, Tbk, PT Sasa Inti Indonesia dan
PT Bali Maya Permai seperti bumbu rasa rendang, nasi goreng, ayam goreng
tepung, bakwan dan ikan sarden.
Selain demo masak, KBRI Windhoek juga menampilkan sejumlah produk kuliner
Indonesia antara lain: bumbu instan, rempah-rempah
(lada), sambal, saus tomat, kecap manis, santan kelapa,
minyak goreng kelapa sawit, mentega, mie instan, ikan kaleng, dan kopi instan
Hal tersebut dilakukan oleh KBRI Wundhoek untuk
mempermudah importir Namibia dalam mengenal produk ekspor kuliner Indonesia,
dan melakukan interaksi secara langsung dengan eksportir dan produsen makanan di
Indonesia secara virtual.
“Indonesia
ingin membawa lebih banyak rempah-rempah lokal ke luar negeri, menunjukkan
kepada dunia kekayaan rempah-rempah Indonesia, dan menarik wisatawan mencoba
hidangan lokal kami secara langsung," kata Duta Besar RI
Windhoek, Wisnu Edi Pratignyo dalam sambutannya, dilansir dari laman resmi
kemlu.go.id.
Selanjutnya,
dalam paparan “Introductory
Culinary Promotion Program", Sdr. Sulthon Sjahril, Pelaksana Fungsi
Ekonomi KBRI Windhoek menyampaikan gambaran potensi rempah-rempah Indonesia ini
merupakan negara pengekspor rempah-rempah terbesar
keempat di dunia, dan Indonesia dikenal
sebagai produsen lada terbesar kedua di dunia.
Lebih dalam Sulthon Sjahril mengatakan bahwa Industri
rempah-rempah Indonesia dinilai sangat
menguntungkan.
Menurut Kementerian Perdagangan Republik Indonesia,
Ucap Sulthon Sjahril ekspor rempah-rempah dan herbal
setiap tahunnya mencapai USD
500 juta.
Acara
tersebut juga menyertakan pengusaha Namibia memberikan testimoni mengenai
berbisnis dengan Indonesia, salah satunya adalah Anthony Atejioye,
pemilik Future Image Investment CC, importir produk mie instan Indomie di
Namibia.
Dalam testimoni Anthony menyebutkan bahwa Indonesia
merupakan salah satu produsen bumbu/rempah-rempah di dunia dan memiliki
pengemasan yang menarik.
Lebih jelas Anthony mengatakan produk-produk Indonesia memiliki
kualitas baik, dan dirinya menyatakan kesiapannya untuk bekerja
sama dengan perusahaan Indonesia dalam distribusi produk bumbu Indonesia
di pasar Namibia.
KBRI
Windhoek juga menyebutkan bahwa PT Sasa
Inti Indonesia juga berkesempatan untuk memperkenalkan produk makanannya yang
telah berhasil diekspor ke berbagai benua termasuk di Afrika antara
lain ke Kenya, Mesir, Ghana dan Madagaskar.
Tarsisius Marianto, GM International Business Development mengatakan bahwa Sasa
senantiasa berupaya untuk menjaga kualitas produknya dengan memenuhi berbagai
sertifikasi serta ingin menjadi salah satu industri makanan terkemuka di
Indonesia dan berstandar internasional.
“
Dengan kegiatan promosi ini, diharapkan ke depannya tidak hanya mendorong
industri kuliner Indonesia khususnya peningkatan nilai ekspor produk bumbu
Indonesia ke Namibia, namun sekaligus juga menarik wisatawan untuk datang ke
Indonesia guna mencicipi langsung berbagai kuliner dengan berbagai rempah khas.”
Ujar Tarsisius Marianto
Dalam Kegiatan ini juga dihadiri oleh perusahaan
retail ternama di Namibia antara lain Woermann Brock, SPAR, Shoprite, Pick n
Pay dan OK Foods.
(Sumber : Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia)