Page Nav

HIDE

Gradient Skin

Gradient_Skin

Responsive Ad

Hadir Rakernas 50 Tahun Emas Basarnas, Presiden Jokowi Tegaskan 4 Arahan

Hadir Rakernas 50 Tahun Emas Basarnas, Presiden Jokowi Tegaskan 4 Arahan/ BPMI Setpres : Muchlis Jr Berita 24 Indonesia -  Presiden Republi...

Hadir Rakernas 50 Tahun Emas Basarnas, Presiden Jokowi Tegaskan 4 Arahan/ BPMI Setpres : Muchlis Jr



Berita 24 Indonesia
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) membuka secara resmi Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 50 Tahun Emas Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) yang digelar melalui konferensi video di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, (21/02/2022).

Dalam sambutan Rekernas tersebut, Presiden Jokowi mengucapkan selamat sekaligus terima kasih atas pengabdian Basarnas dalam membantu masyarakat yang tertimpa musibah.

“Atas nama masyarakat, bangsa, dan negara saya mengucapkan selamat ulang tahun ke-50, ulang tahun emas, dan sekaligus mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan yang selalu sigap membantu masyarakat, membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di berbagai daerah, di berbagai medan bencana,” ujar Jokowi, dikutip dari laman resmi BPMI Setpres.

Jokowi mengtatakan dalam sambutannya Indonesia memiliki risiko tinggi bencana dan risiko kedaruratan, kecelakaan, bencana alam, dan kondisi-kondisi lainnya yang membahayakan manusia.

“Kita perlu tim SAR yang cepat tanggap, yang militan, yang mampu memberikan pertolongan yang cepat dan tepat terhadap kondisi yang memerlukan penanganan khusus, bencana tanggap darurat, serta yang membahayakan manusia,” jelasnya.

Lebih jauh, Kepala negara ini menyatakan bahwa tantangan dalam menghadapi situasi kedaruratan akan makin besar. Tetapi, dalam situasi apapun pelayanan SAR harus sigap dan cepat untuk menyelamatkan setiap jiwa manusia.

“Basarnas harus segera hadir secara cepat untuk memberikan pertolongan. Setiap detik sangatlah berarti bagi keselamatan jiwa,” tegasnya.

Oleh karena itu, Jokowi menghimbau beberapa hal, yakni yang pertama, perbanyak inovasi dengan memanfaatkan teknologi.

Menurut Jokowi mengenai teknologi SAR sudah berkembang dengan cepat dan makin canggih dan bisa membantu memproyeksi dan menganalisis secara cepat dan akurat.

Dengan penanganan yang lebih tepat dan lebih efektif, tim SAR dapat lebih banyak menyelamatkan korban.

“Karena itu, Basarnas tidak boleh ketinggalan. Saya ulang, Basarnas tidak boleh ketinggalan dalam hal teknologi, harus cepat beradaptasi dengan perkembangan teknologi SAR yang terkini,” ungkapnya.

Kemudia yang Kedua, Jokowi meminta agar kompetensi sumber daya manusia (SDM) SAR terus ditingkatkan; dan yang Ketiga, Jokowi meminta agar Basarnas memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan melibatkan kementerian, lembaga pemerintah, TNI, Polri, badan usaha, organisasi kemasyarakatan, dan potensi SAR lainnya.

“Libatkan seluruh elemen masyarakat, semua potensi, dan buang jauh-jauh yang namanya ego sektoral, semua harus bersinergi dalam operasi kemanusiaan,” katanya.

Keempat Jokowi mengatakan perkuat pencegahan, mitigasi, dan antisipasi. Menurutnya, yang juga sangat penting adalah melakukan edukasi dan pelatihan-pelatihan teknis SAR secara masif kepada masyarakat.

“Kita harus membangun kesadaran agar masyarakat makin peduli dan sigap melakukan upaya preventif terutama di daerah-daerah yang rawan bencana dan kawasan kedaruratan agar terbangun budaya SAR dan masyarakat tangguh kedaruratan,” paparnya.

Di akhir sambutannya, Presiden berharap agar Rakernas Basarnas ini dapat melahirkan gagasan-gagasan yang inovatif dan implementatif, serta terobosan-terobosan penting untuk meningkatkan pelayanan Basarnas kepada masyarakat.

 

 

 

(Sumber : BPMI Setpres)

Reponsive Ads