Page Nav

HIDE

Gradient Skin

Gradient_Skin

Responsive Ad

Bamsoet Mengajak Seluruh Masyarakat Untuk Peduli Prokes, Melindungi Kelompok Lansia, dan Komorbid Di Tengah Lonjakan Varian Omicron

Bamsoet Mengajak Seluruh Masyarakat Untuk Peduli Prokes, Melindungi Kelompok Lansia, dan Komorbid Di Tengah Lonjakan Varian Omicron /Doc.MPR...

Bamsoet Mengajak Seluruh Masyarakat Untuk Peduli Prokes, Melindungi Kelompok Lansia, dan Komorbid Di Tengah Lonjakan Varian Omicron /Doc.MPR RI


Berita 24 Indonesia
Lonjakan kasus COVID-19 varian baru Omicron akhir-akhir ini sudah cepat proses penularannya, Oleh karena itu Ketua Umum MPR RI Bambang Soesatyo mengajak seluruh masyarakat untuk semakin peduli, dan melindungi kelompok Lansia, serta orang yang punya riwayat penyakit bawaan (Komorbid).

Lanjut laki-laki dengan sapaan akrab Bamsoet ini mengatakan bahwa dengan kepedulian bersama terhadap mereka, dampak terburuk COVID-19 dapat dihindari.

“ Sejak awal pandemi COVID-19 mewabah, para ahli kesehatan sudah mengingatkan komunitas global bahwa virus Corona SARS-CoV-2 yang menjadi penyebab infeksi pernafasan berpotensi menginfeksi siapa saja yang daya tahan tubuh atau imunitasnya lemah. Maka, komunitas Lansia dan mereka yang komorbid harus mendapatkan perlindungan maksimal, baik atas inisiatif pribadi maupun inisiatif keluarga atau kelompok.” Katanya tertulis dalam keterangannya di MPR RI, Jakarta, Senin (7/02/2022)

Menurut Bamoset kelompok Lansia yang minim harus dapat perlindungan lebih rentan terinfeksi COVID-19, begitu juga dengan yang memiliki penyakit komorbid, atau mempunyai riwayat penyakit bawaan.

Lebih lanjut Bamsoet mengatakan selama pandemi berlangsung, para dokter dan tenaga kesehatan (Nakes) yang merawat pasien COVID-19 menemukan bukti bahwa mereka yang punya riwayat diabetes, penyakit jantung atau hipertensi masuk dalam kelompok yang rentan terinfeksi COVID-19. Komorbid itulah yang menyebabkan terjadinya penurunan daya tubuh.

“ Dalam hidup keseharian bersama, komunitas Lansia maupun mereka yang komorbid ada di sekitar kita, baik di rumah, di kantor, tempat ibadah atau ruang publik lainnya “ Tuturnya.

Minggu (6/2) kemarin, Bamoset menyatakan menurut data resmi pemerintah menyebutkan bahwa kasus positif bertambah 36.057 kasus baru.

Lebih lanjut menurut rincian Satgas Penanganan Covid-19, penambahan kasus tertinggi terjadi di Jakarta dengan 15.825 kasus, Jawa Barat 7.603 kasus, Banten 4.649 kasus, dan Jawa Timur 2.218 kasus.  

“ Total kasus Covid-19 yang dinyatakan sembuh menjadi 4.183.027, setelah  10.569 pasien dinyatakan pulih pada hari minggu itu. Namun, pada hari yang sama, 57 pasien meninggal dunia.  Jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia menjadi 144.554 orang “ Ungkapnnya

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), varian Omicron mampu mengindari kekebalan. Kemudian, Enam penelitian juga sudah menyajikan bukti tentang  terjadinya penurunan efektivitas vaksin terhadap varian Omicron. yang artinya, kendati seseorang sudah menerima vaksinasi dosis penuh, dia belum tentu kebal dari kemungkinan terinfeksi varian Omicron.

“ Data-data terbaru tentang lonjakan jumlah kasus positif cenderung  memberi gambaran bahwa Indonesia sedang menuju puncak gelombang ketiga penularan COVID-19. Untuk melindungi keluarga dan komunitas, kepatuhan pada Prokes hendaknya tetap terjaga “ Ujarnya

Terkait kepatuhan pada Prokes, Bamsoet mengungkapkan bahwa Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pun sudah menunda semua jadwal kunjungan kerjanya ke daerah-daerah.

“  Pandemi COVID-19 memang masih menghadirkan ketidakpastian. Semua orang didorong untuk memrioritaskan perlindungan keluarga dari ancaman COVID-19 “ Pungkasnya.

Reponsive Ads