Bamsoet Apresiasi WADA Yang Telah Mencabut Sanksi Untuk Indonesia/Doc.MPR RI Berita 24 Indonesia - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengapres...
" Dengan demikian atlet dan tim Indonesia yang
memenangkan pertandingan di level internasional, bisa mengibarkan bendera merah
putih sekaligus mengumandangkan lagu Indonesia Raya Indonesia, serta bisa menjadi
tuan rumah even olahraga internasional, hingga mengirim utusan untuk menduduki
berbagai posisi di lembaga olahraga internasional," ujar Bamsoet tertulis
dalam keterangannya di laman resmi MPR RI, yang diterima di Jakarta, Sabtu
(5/2/21).
Tambahan Bamsoet mengatakan, bagi keluarga besar IMI,
kabar menggembirakan tersebut menambah daya semangat dalam memajukan olahraga
otomotif tanah air.
Lanjutnya mengingat di tahun 2022 ini, selain
menyelenggarakan kejuaraan bergengsi dunia seperti MotoGP dan Jakarta E Prix
(Formula E), IMI juga sedang mengupayakan agar Indonesia bisa menjadi tuan
rumah berbagai kejuaraan motorsport dunia lainnya. Seperti Asia Pacific Rally
Championship, World Rally Championship, hingga MXGP.
Selain itu di tahun 2022 ini, Bamsoet menuturkan para
atlet motorsport Indonesia juga akan turun di berbagai kejuaraan motorsport
dunia, diantaranya Sean Gelael di World Endurance Championship; Mario Suryo Aji
di Moto3 World Championship 2022; hingga pembalap muda berusia 11 tahun, Qarrar
Firhand Ali,
“ Yang
mengikuti 3 kejuaraan karting internasional, yakni World Karting Series
Championship 2022, Italian Championship Karting Series 2022, dan ROK Cup Championship
2022," tambahannya.
Bamsoet menerangkan, berkat kerja keras semua pihak,
pembebasan terhadap sanksi WADA tersebut bisa lebih cepat dilakukan. Dari
hukuman awal yang seharusnya berlaku satu tahun sejak dijatuhkan pada 7 Oktober
2021, bisa dipercepat hanya menjadi sekitar 4 bulan.
" Kejadian
sanksi dari WADA cukup menjadi yang pertama dan terakhir. Jangan sampai
terulang kembali. Sekaligus menjadi pelajaran bagi semua pihak, khususnya bagi
LADI/IADO, untuk melakukan perbaikan di berbagai hal. Seperti menjalin hubungan
yang baik dengan seluruh stakeholder olahraga agar tercipta pelaksanaan doping
yang baik, hingga memiliki perencanaan pengujian doping sesuai dengan standarisasi
WADA," pungkasnya.
(Sumber : MPR RI)