Anggota Komisi 1 DPR Ini IPU Ke-44 Untuk Mendesak Untuk Menghentikan Invasi Rusia dan Ukraina/Doc.DPR RI : Jaka Berita 24 Indonesia - Angg...
| Anggota Komisi 1 DPR Ini IPU Ke-44 Untuk Mendesak Untuk Menghentikan Invasi Rusia dan Ukraina/Doc.DPR RI : Jaka |
Berita 24 Indonesia - Anggota komisi 1 DPR RI Dave Akbarshah Fikarno mendukung momentum Inter-Parliamentery Union (IPU) ke-44 menjadi sarana untuk mendesak penghentian invasi Rusia dan Ukraina melalui jalur-jalur diplomasi.
Menurutnya hal ini Indonesia sudah m-enegaskan diri sebagaimana tertuang di pembukaan Undang-Undang dasar 1945 yaitu untuk menolak penjajahan diseluruh dunia dan menjadikan perdamaian adalah hak segala bangsa.
" Kita terus mendorong agar upaya perdamaian di Ukraina melalui semua forum yang kita miliki, dan yang kita dapatkan akses. Apakah di UN (United Nations), IPU atau forum-forum multilateral atau bilateral lainnya. Dalam rangka untuk mendesak agar dihentikan pertempuran ini, sehingga perdamian di dunia ini kembali terjadi " Kata Dave Akbarshah Fikarno tertulis di laman resmi parlementaria, Rabu (2/3/2022).
Lebih lanjut, Dave menjelaskan bahwa upaya perdamaian melalui jalur diplomasi itu perlu dihadirkan untuk menjamin kestabilan khususnya pada sektor ekonomi dan perdagangan dunia.
Kemudian Ia mengatakan bahwa saat ini belum terasa hal tersebut, tapi dalam waktu yang tidak lama akan cukup terasa bagi perekonomian Indonesia. Hal itu mengingat Indonesia dengan Ukraina dan Rusia terlibat dalam perdagangan bilateral satu sama lain, baik komoditas seperti gandum, maupun industri peralatan perang dari Rusia.
" Jadi, dampak ini yang harus segera ditangani. Pemerintah juga harus menyiapkan contingency plan nya bisa berhenti. Bila hal ini berhenti, sumber daya dari negara penyuplai tersebut sudah harus dicari penggantinya " Tambahannya.
Sambung Dave jika terjadi supalinya menurun, maka akan berdampak dengan harga internasional yang meningkat.
" Jadi, harus diperkirakan makro dan mikro ekonomi Indonesia, dan juga harus diperhatikan dari awal sehingga tidak ada infalsi yang bergejolak, tidak terkontrol " Ujarnya.
Menurut data dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) perdagangan Indonesia - Rusia memiliki jumlah 2,75 milliar dollar AS pada tahun 2021.
Angka tersebut tumbuh 42.25 persen dibandingkan di tahun 2020 hanya 1.93 persen milliar dollar AS, sekaligus menjadi capaian tertinggi dalam beberapa tahun kebalakang.
Kemudian sepanjang tahun 2021 nilai ekspor Indonesia ke Rusia tumbuh 53,42 persen menjadi 1.49 milliar dollar AS. Semuanya merupakan komoditas non-migas.
Sedangkan impor Indonesia ke Rusia tumbuh 30.89 persen menjadi 1.25 milliar dollar AS sepanjang tahun 2021. Rinciannya impor migas senilai 44.87 juta dollar AS dan impor non-migas mencapai 1.21 milliar dollar AS.
Dengan demikian, neraca perdagangan dunia Indonesia dengan Rusia mencatat surplus 239.79 juta dollar AS pada tahun 2021. Capaian tersebut lebih baik dibandingkan tahun 2020, dimana Indonesia mengalami defisit 340.38 juta dollar AS.
(Sumber : Parlementaria)