Page Nav

HIDE

Gradient Skin

Gradient_Skin

Responsive Ad

WHO Mendukung Peluncuran Vaksin Malaria untuk Anak-anak di Afrika

Berita 24 Indonesia - Pada hari Rabu, (06/10) dilansir dari Reuters, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa satu-satunya vaksin y...


Berita 24 Indonesia - Pada hari Rabu, (06/10) dilansir dari Reuters, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa satu-satunya vaksin yang disetujui untuk melawan malaria harus diberikan secara luas kepada anak-anak di Afrika.

 

WHO merekomendasikan untuk menggunakan vaksin RTS,S atau Mosquirix yang dikembangkan oleh pembuat obat Inggris GlaxoSmithKline.

 

Sejak tahun 2019, sekitar 2,3 juta dosis Mosquirix telah diberikan kepada bayi di Ghana, Kenya, dan Malawi dalam program yang dikembangkan WHO untuk mengurangi kematian pada anak-anak yang berusia dibawah lima tahun karena penyakit malaria.

 

Ini adalah vaksin yang dikembangkan di Afrika oleh para ilmuwan Afrika dan kami sangat bangga, kata direktur jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

 

Selain penyemprotan cairan anti-malaria, menggunakan vaksin ini dilakukan untuk mencegah terjadinya malaria yang dapat menyelamatkan puluhan ribu jiwa setiap tahunnya, tambahnya.

 

Salah satu bahan dalam vaksin Mosquirix bersumber dari tumbuhan hijau langka asli Chili yang disebut pohon Quillay.

 

Malaria jauh lebih mematikan daripada Covid-19 di Afrika. Menurut laporan WHO, malaria membunuh 386.000 orang di Afrika pada tahun 2019, jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan 212.000 kematian karena Covid-19 yang dikonfirmasi dalam 18 bulan terakhir.

 

WHO mengatakan 94% kasus dan kematian malaria terjadi di Afrika. Penyakit yang disebabkan oleh parasit yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi dengan gejala demam, muntah, dan kelelahan.

 

Regulator obat Uni Eropa juga menyetujui penggunaan vaksin malaria pada 2015 dengan mengatakan manfaatnya lebih besar daripada risikonya. Namun efektivitas vaksin dalam mencegah kasus malaria pada anak-anak hanya sekitar 30%.

 

Sumber: Reuters

 

Tags: Kesehatan, Malaria, Kasus Kematian Malaria di Afrika, Vaksin Malaria.

Reponsive Ads