Page Nav

HIDE

Gradient Skin

Gradient_Skin

Responsive Ad

Kim Jong Un Desak Pemerintah untuk Fokus pada Peningkatan Kualitas Hidup Warganya

Berita 24 Indonesia - Dalam acara ulang tahun partai berkuasa, media pemerintah Korea Utara melaporkan pada hari Senin, (11/10) bahwa Pemimp...


Berita 24 Indonesia - Dalam acara ulang tahun partai berkuasa, media pemerintah Korea Utara melaporkan pada hari Senin, (11/10) bahwa Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un mendesak para pejabat untuk fokus pada peningkatan kehidupan warga dalam menghadapi situasi ekonomi yang suram.

 

Pertunjukan seni, gala, dan pertunjukan kembang api juga diadakan di Pyongyang dalam acara tahunan tersebut. Namun tidak ada parade militer besar yang biasanya terjadi diadakan pada kesempatan seperti itu.

 

Untuk merayakan ulang tahun ke-76 berdirinya Partai Buruh Korea pada hari Minggu, Kim berpidato di depan para pejabat.” Kata kantor berita KCNA.

 

Ekonomi Korea Utara telah terdampak selama bertahun-tahun karena program senjata nuklirnya dan bencana alam yang juga memakan korban.” Tambah laporan tersebut.

 

Korea Utara menghadapi tugas besar untuk menyesuaikan dan mengembangkan ekonomi negara demi mencapai tujuan ekonomi yang ditetapkan dalam pertemuan partai dan pemerintah baru-baru ini,” kata Kim dalam pidato tersebut.

 

“Pejabat seharusnya tidak menginginkan hak istimewa dan perlakuan istimewa serta harus selalu mempertimbangkan apakah pekerjaan mereka melanggar kepentingan rakyat atau menimbulkan masalah bagi rakyat,” tambah Kim.

 

Sebelumnya, Departemen Luar Negeri AS menuduh pemerintahan Kim bertanggung jawab atas situasi kemanusiaan.

 

“Mereka mengeksploitasi warganya sendiri dengan melanggar hak asasi mereka untuk untuk membangun senjata nuklir.” Kata juru bicara Ned Price.

 

Menurut seorang penyelidik hak asasi manusia, dalam laporan yang ditulis oleh Reuters bahwa Korea Utara rentan berisiko terjadi kelaparan karena isolasi mandiri selama pandemi Covid-19 dan situasi kemanusiaan tersebut yang memburuk akan berubah menjadi krisis.

 

Sumber: Reuters

 

Tags: Politik, Ekonomi, Korea Utara, Senjata Nuklir.

Reponsive Ads