Berita 24 Indonesia - Ketua grup kerja sama bilateral (GKSB) parlementaria Indonesia Luluk Nur Hamidah mengatakan Indonesia dan Brazil akan...
Peningkatan tersebut akan dilakukan dalam beberapa sektor, seperti sektor perdagangan, pangalaman konservasi, agrikultur, tourism, serta sektor olahraga.
" Mereka (Brazil) memiliki tim football yang juga sangat keren, jadi mungkin suatu saat mereka jug setuju kalau bisa dihadirkan, apakah itu trainer atau mungkin superstar, untuk membawa pesan-pesan yang baik di masyarakat dan tentu saja parliament to parliament juga sangat penting, karena ini pilar demokrasi bagi setiap negara " Tutur Luluk Nur Hamidah saat di Kedubes Republik Federasi Brazil, Jakarta, Selasa (5/10/2021),dikutip dari laman resmi parlementaria.
Luluk menambahkan Brazil - Indonesia memiliki banyak kesamaan baik dari segi penduduk, budaya, komitmen untuk menjaga dan melestarikan lingkungan. Sehingga banyak yang dipelajari terjalinnya kerja sama ini.
" Brazil itu the largest biodiversity, Kita (Indonesia) the second largest. Jadi, pengalaman Brazil untuk memiliki komitmen pembangunan yang berorientasi kepada kelestarian lingkungan, saya kira juga menjadi bagian penting untuk kita pelajari " Tambahannya.
Hubungan bilateral antara Indonesia - Brazil sudah terjalin baik selama ini terus perlu diaktivasi.
Oleh sebab itu, Luluk berharap untuk kedepannya kerja sama ini dapat membawa manfaat dan kemashlatan yang baik bagi kedua belah pihak.
" Jadi tugas kita melakukan diplomasi parlemen ini ke Brazil, karena ada banyak kerja sama sebelumnya, tetapi kita ingin kerja sama Indonesia - Brazil benar-benar membawa manfaat untuk masyarakat Indonesia " Ujarnya.
Dilansir dari laman resmi parlementaria, dalam pertemuan courtesy call dengan Dubes Republik Federasi Brazil untuk Indonesia, Jose Amir da Costa Donelles pun juga membahas permasalahan terkait aturan world trade organization (WTO) dalam perdagangam ternak antara Indonesia dengan Brazil.
" Saya kira dengan adanya dialog yang lebih bagus dan kesepahaman tentang pentingnya hubungan antara kedua negara. Parlemen bisa melakukan diplomasi untuk dapat membantu pemerintah, hal-hal seperti ini bisa kita cegah jauh-jauh hari " tutup Luluk.
(Sumber : Parlementaria)
