Berita 24 Indonesia - Peringatan Hari Kesaktian Pancasila , Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menekannya pentingnya memasukan pendidikan pancasi...
Selain itu, Bamsoet mengatakan pastikan ideologi bangsa tumbuh subur di hati para peserta didik, juga untuk mengakomodir keinginan anak-anak muda yangbternyata juga menginginkan kehadiran pendidikan pancasila di dalam pendidikan formal.
" Sebagaimana terlihat dari hasil survei indikator Indonesia yang dilakukan pada 4-10 Maret 2021 kepada 1.200 responden berusia 17-21 tahun, terungkap bahwa 82,3 persen anak-anak muda menilai perlunya pendidikan pancasila masuk pelajaran sejak sekolah dasar. Keinginan ini harus direspon aktif oleh pemerintah, khususnya oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan " Ujar Bamsoet, di Monumen Pancasila Sakti,Lubang Buaya Jakarta, Jum'at (1/10/2021).
Lanjut Bamsoet mengatakan setiap negara selalu mempunyai sejarah konflik dalam dinamika kehidupan kebangsaanya, termasuk Indonesia.
Baca Selengkapnya : Hari Kesaktian Pancasila, Gubernur Jatim : Jadikan Nilai-Nilai Luhur Pancasila Sebagai Modal Untuk Bangkit Dari Keterpurukan Akibat Pandemi Covid-19.
Tambahan Bamsoet bangsa Indonesia harus mensyukuri memiliki pancasila yang selalu berperan sebagai bagian penting dari resolusi konfilik yang menyatukan seluruh elemen bangsa pada sebuah visi kebangsaan . Pancasila hadir sebagai dasar negara, falsafah, dan pandangan hidup bangsa.
" Pancasila menekankan bahwa keberagaman yang kita miliki adalah fitrah kebangsaan yang tidak dapat diingkari dan dipungkiri. Sejak kita mendeklerasikan diri sebagai sebuah negara kesatuan, yang hidup dalam kemajemukan budaya, suku, ras dan agama. Sejak saat itulah konsep kebhinekaan telah menyatukan kita dalam satu ikatan kebangsaan " Jelasnya.
Menurut Bamoset ancaman terhadap nilai-nilai kebhinekaan itu nyata. Maka dalam perjalanan sebagai sebuah bangsa, sikap intoleransi terhadap keberagaman selalu mewarnai kehidupan kebangsaan.
Bamsoet memberikan contoh, misal pada saat penyelenggaraan kontestasi politik atau pemilu, dimana politik identitas disalahgunakan sebagai alat perjuangan. Sehingga menimbulkan polarisasi masyarakat, baik sebelum, selama, bahkan sesudah pemilu dilaksanakan.
" Karenanya kita perlu membekali generasi muda dengan semangat nilai pancasila, sejak mereka menempuh pendidikan di sekolah dasar. Sehingga sekolah juga menjadi institusi yang tidak hanya melahirkan anak bangsa yang memiliki kecerdasaan intelektual saja, tetapi juga memiliki kecerdasaan kebangsaan, memiliki hati Indonesia, berjiwa pancasila " Pungkasnya
(Sumber : MPR.RI)
