Berita 24 Indonesia - Berdasarkan penghitungan yang dilakukan oleh Reuters, kematian akibat pandemi Covid-19 yang terjadi di seluruh dunia ...
Varian Delta telah mengekspos perbedaan jarak yang begitu
luas dalam tingkat vaksinasi antara negara kaya dan miskin yang mengakibatkan
keraguan adanya vaksin di beberapa negara dan pasokan vaksinasi nasional tiap
negara.
Lebih dari setengah dari semua kematian global yang
dilaporkan berada di Amerika Serikat, Rusia, Brasil, Meksiko, dan India.
Sebelumnya, menurut analisis Reuters, butuh waktu lebih dari setahun
lebih untuk mencapai 2,5 juta jumlah kasus kematian Covid-19.
Namun ketika
varian Delta merebak hingga keseluruh dunia, waktu yang dicatat untuk mencapai
2,5 juta kasus kematian
hanya dalam waktu kurang dari delapan bulan.
Rata-rata 8.000 kematian dilaporkan setiap hari di seluruh
dunia selama seminggu terakhir, atau sekitar lima kematian setiap menit. Namun,
tingkat kematian global telah melambat dalam beberapa pekan terakhir.
Ada perbedaan
besar dalam mendapatkan vaksin ke negara-negara kaya dan miskin. Ketika negara-negara yang lebih kaya
mulai memberikan suntikan booster, justru banyak dari sebagian negara miskin belum menerima dosis
pertama.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan COVAX hanya akan berfokus untuk mendistribusikan pasokan vaksin ke
negara-negara dengan tingkat vaksinasi
terendah.
Bersama dengan
WHO, COVAX telah mengalokasikan sebagian besar dosis secara proporsional di
antara 140 lebih negara
penerima sesuai dengan ukuran populasi.
“Untuk
pasokan Oktober, kami
merancang metodologi yang berbeda, hanya mencakup negara dengan sumber pasokan rendah.” Kata Mariangela Simao,
Asisten Direktur Jenderal WHO,
dalam rekaman presentasi konferensi pekan lalu di situs web WHO.
Sumber:
Reuters
Tags: Covid di Dunia, Pasokan Vaksin di Dunia, Kematian Covid di Dunia.