Mobile Menu

navigasi

More News

Sekitar 1.000 Orang Terjebak Menunggu Izin Evakuasi Dari Pemerintah Taliban

12.07

Berita 24 Indonesia - New York Times melaporkan sekitar 1.000 orang yang belum mendapatkan kesempatan untuk bisa pindah dari Afghanistan masih terjebak selama lima hari sembari menunggu izin dari pemerintah Taliban dengan rasa ketakutan.

 

Dalam laporan tersebut dikatakan bahwa situasi yang dihadapi mereka saat ini berharap untuk pergi dari bandara internasional di kota utara Mazar-i-Sharif setelah Taliban juga menduduki bandara Kabul setelah hari evakuasi terakhir pasukan AS pada 31 Agustus.

 

Anggota Partai Republik Komite Urusan Luar Negeri AS Mike McCaul mengatakan kepada media setempat bahwa enam pesawat terjebak di bandara Mazar-i-Sharif yang berisikan penerjemah Amerika dan Afghanistan tidak bisa meninggalkan Afghanistan karena tidak mendapat izin dari Taliban.

 

McCaul menambahkan bahwa Taliban menginginkan “sesuatu” seperti imbalan untuk menyetujui penerbangan beberapa pesawat agar bisa segera meninggalkan Afghanistan.

 

Namun pernyataan McCaul disanggah oleh salah seorang yang mengetahui upaya evakuasi tersebut dengan mengatakan bahwa tidak benar menggolongkan penumpang sebagai sandera’ dengan meminta imbalan.

 

Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan tidak memiliki sarana yang dapat diandalkan untuk mengonfirmasi rincian dasar penerbangan charter, termasuk jumlah warga AS dan penumpang lainnya.

 

Dalam sebuah surat kepada  Menteri Luar Negeri Antony Blinken oleh perwakilan AS dari Partai Republik lainnya, Mike Waltz mengatakan bahwa dia diberitahu oleh beberapa LSM akan ada penerbangan charter yang tersedia dan didanai oleh lembaga swasta siap untuk menerbangkan orang keluar.

 

Sumber: Reuters

 

Tags: Evakuasi Warga Afghanistan, AS vs Taliban, Perang Taliban.

Komentar 0
Sembunyikan Komentar

0 σχόλια:

Posting Komentar