Mobile Menu

navigasi

More News

Rudal Korut Meresahkan, Kali Ini Giliran Korsel-China yang Lakukan Pembicaraan

14.17

Berita 24 Indonesia - Menteri luar negeri Korea Selatan dan China mengadakan pembicaraan di Seoul pada Rabu, (15/9) di tengah kekhawatiran atas uji coba rudal Korea Utara baru-baru ini dan negosiasi denuklirisasi yang terhenti antara Pyongyang dan Washington.

 

Pertemuan itu terjadi beberapa hari setelah Korea Utara mengatakan pihaknya berhasil melakukan uji coba rudal jelajah jarak jauh baru strategis akhir pekan lalu, yang menurut para analis merupakan senjata pertama Korea Utara dengan kemampuan nuklir.

 

Tes tersebut menggarisbawahi kemajuan yang stabil dalam program senjata Pyongyang di tengah kebuntuan atas pembicaraan untuk mengubah program nuklir dan rudal balistik Korea Utara dengan imbalan keringanan sanksi dari AS.

 

Berdasarkan laporan kementerian luar negeri Korsel, menteri Chung Eui-yong dari Korea Selatan bertemu dengan Wang Yi perwakilan dari China pada hari kedua dari jadwal pertemuan kedua negara tersebut.

 

Chung bersumpah untuk terus membina perdamaian dengan Korea Utara dengan mengungkapkan harapan bahwa Olimpiade Musim Dingin mendatang di Beijing dapat memberikan kesempatan untuk memulai upaya itu.

 

Kami berharap China akan secara konsisten mendukung proses perdamaian di semenanjung Korea,” kata Chung.

 

Kami berharap bahwa Olimpiade Asia Timur Laut estafet, dari Pyeongchang pada 2018 ke Tokyo pada 2021 ke Beijing pada 2022, akan diselenggarakan dengan sukses sebagai Pertandingan yang bebas epidemi, aman dan damai.” Tambahnya.

 

Wang meminta kerja sama lebih lanjut untuk memperluas kepentingan bersama dengan lebih cepat dan stabil dalam memperkuat hubungandiplomatik yang menandai peringatan 30 tahun mereka tahun depan.

 

Kedua belah pihak mengadakan pertemuan terpisah untuk memetakan langkah-langkah meningkatkan pertukaran budaya, yang telah bekurang dalam beberapa tahun terakhir karena reaksi China atas kerja sama AS dengan Korea Selatan.

 

Sumber: Reuters

 

Tags: Denuklirisasi, Senjata Nuklir, Teknologi Nuklir, Hubungan Diplomatik.

Komentar 0
Sembunyikan Komentar

0 σχόλια:

Posting Komentar