Mobile Menu

navigasi

More News

Kandidat PM Jepang, Kishida: Debat Stimulus Ekonomi Akan Dibahas Setelah Pemilu Selesai

11.46

Berita 24 Indonesia - Fumio Kishida calon utama untuk perdana menteri Jepang mengatakan bahwa perdebatan tentang pendanaan langkah-langkah stimulus ekonomi yang dia usulkan harus menunggu sampai setelah pemilihan umum akhir tahun ini.

 

Pernyataan mantan menteri luar negeri itu menggarisbawahi meningkatnya risiko penundaan dalam menyusun anggaran untuk tahun fiskal berikutnya karena kebijakan ekonomi dalam limbo selama kampanye untuk perdana menteri.

 

“Saya akan menjelaskan arah umum dari ide paket stimulus saya, tetapi tidak akan mudah bagi pemerintah untuk menguraikan rincian rencana tersebut. Bagaimana mendanai paket tersebut akan menjadi sesuatu yang akan dibahas setelah pemilihan umum selesai.” Kata Kishida dalam sebuah program televisi.

 

Sebelumnya, dalam pengumuman mengejutkan Suga mengatakan dia tidak akan mencalonkan diri sebagai ketua Partai Demokrat Liberal (LDP). Presiden partai menjadi perdana menteri karena mayoritas LDP di parlemen.

 

Keluarnya Suga telah meningkatkan ketidakpastian pada prospek kebijakan ekonomi karena pesaing muncul untuk menggantikannya.

 

Kishida mengatakan dia akan menyusun paket pengeluaran senilai beberapa puluh triliun yen (ratusan miliar dolar) untuk meredam pukulan dari pandemi virus corona yang melonjak dalam gelombang keempat di Jepang.

 

Waktu pemilihan umum dapat memengaruhi prosedur penyusunan anggaran dan rencana pengeluaran bantuan pandemi tambahan. Pemerintah biasanya menyusun anggaran pada akhir Desember dan diserahkan ke parlemen pada Januari untuk segera disahkan sebelum awal April tahun fiskal.

 

Sumber: Reuters

 

Tags: Pemilihan Umum, Pemilu Jepang, Perdana Menteri Jepang, Partai Demokrat Liberal.

Komentar 0
Sembunyikan Komentar

0 σχόλια:

Posting Komentar