Mobile Menu

navigasi

More News

Selandia Baru Laporkan Kasus Kematian Pertama Efek Samping Vaksin

13.58

Berita 24 Indonesia - Senin, (30/8) Kementerian kesehatan Selandia Baru melaporkan kematian pertama yang tercatat terkait dengan vaksin Covid-19 Pfizer, setelah seorang wanita menderita efek samping langka yang menyebabkan peradangan otot jantung.

 

Berita kematian itu muncul ketika Selandia Baru tengah memerangi wabah varian Delta setelah hampir enam bulan bebas virus.

 

“Ini adalah kasus pertama di Selandia Baru di mana kematian setelah vaksinasi dikaitkan dengan vaksin Pfizer Covid-19,” kata kementerian kesehatan dalam sebuah pernyataan.

 

Panel independen pemantau vaksin mengaitkan kematian wanita itu dengan miokarditis, efek samping vaksin Pfizer yang langka.

 

Miokarditis adalah peradangan pada otot jantung yang dapat membatasi kemampuan organ untuk memompa darah dan dapat menyebabkan perubahan ritme detak jantung.

 

Sebagai tanggapan, pembuat Pfizer mengakui mungkin ada laporan miokarditis yang jarang terjadi setelah vaksinasi, tetapi efek samping seperti itu sangat jarang.

 

Pfizer menanggapi kejadian buruk yang berpotensi terkait dengan vaksin kami dengan sangat serius, katanya kepada Reuters.

 

Kami memantau dengan cermat semua peristiwa semacam itu dan mengumpulkan informasi yang relevan untuk dibagikan dengan otoritas terkait di seluruh dunia.

 

Kementerian kesehatan mengatakan masalah medis lainnya pada saat yang sama dapat mempengaruhi hasil setelah vaksinasi tetapi manfaat vaksin melebihi risiko dari efek samping.

 

Selandia Baru menyetujui untuk penggunaan vaksin Pfizer/BioNTech, Janssen, dan AstraZeneca, tetapi hanya vaksin Pfizer yang digunakan untuk program vaksinasi nasional dan sudah diluncurkan ke publik.

 

53 kasus baru menambah jumlah infeksi virus corona di Selandia Baru dengan total 562 kasus. Selandia Baru juga tengah melakukan langkah pencegahan dengan penguncian nasional yang diberlakukan untuk membatasi penyebaran varian Delta.

 

Sumber: Reuters

 

Tags: Covid di Dunia, Vaksin Pfizer, Vaksin Moderna, Vaksin AstraZeneca.

Komentar 0
Sembunyikan Komentar

0 σχόλια:

Posting Komentar