Berita 24 Indonesia - Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach mengatakan pada hari Jumat, (6/8) bahwa Olimpiade Tokyo tela...
Bach percaya
pada pihak yang terlibat dalam Olimpiade Tokyo baik pihak penyelenggara,
sukarelawan, maupun pihak keamanan Jepang dalam menjaga dan menangani situasi
Covid-19 di Jepang.
“Saya tidak
pernah meragukan kesiapan Jepang, panitia penyelenggara, dan rakyat Jepang. Tokyo
adalah kota Olimpiade yang paling siap. Ini terbukti benar.” Kata Bach dalam
konferensi pers.
Pandemi
telah membuat pertandingan Olimpiade Tokyo digelar tanpa penonton di semua tempat
kompetisi. Penyelenggara telah berjanji untuk mewujudkan pertandingan yang aman
dan terjamin dengan mengambil langkah-langkah yang tepat.
Bach
membenarkan keputusan untuk membuat Olimpiade Tokyo berbeda dari pertandingan
sebelumnya karena pandemi. Sejarah akan membuat penilaian pada pertandingan
yang diadakan dalam keadaan yang tidak biasa.
“Saya tidak
ingin membuat penilaian tentang apa yang akan dipikirkan sejarah tentang kita
dalam 100 tahun dari sekarang. Ini terserah generasi mendatang.” Kata kepala
IOC menjelang upacara penutupan pada hari Minggu.
“Tetapi apa
yang dapat kita lihat sekarang adalah bahwa Olimpiade selanjutnya akan
merindukan simbol harapan dan juga efisiensi untuk menunjukkan bahwa kita
pernah berada di kondisi seperti ini.” Tambahnya.
Menurut
panitia penyelenggara lebih dari 380 orang yang terkait dengan Olimpiade Tokyo
telah dinyatakan positif tetapi kebanyakan dari mereka adalah pekerja dan
penduduk Jepang yang tidak tinggal di perkampungan atlet.
Penyelenggara
telah berusaha untuk memastikan bahwa tidak ada penularan dari penduduk Jepang
ke peserta Olimpiade atau sebaliknya.
Sumber: JapanToday, Kyodo
Tags:
Olimpiade Tokyo 2020, Perolehan Medali Olimpiade, Olimpiade Ditengah Pandemi.