Page Nav

HIDE

Gradient Skin

Gradient_Skin

Responsive Ad

Peringatan Pemberontakan 1988, Myanmar Gelar Protes Anti-Militer

Berita 24 Indonesia - Protes terhadap pemerintahan junta militer Myanmar pecah di seluruh negara pada Minggu, (8/8) dalam peringatan penind...


Berita 24 Indonesia - Protes terhadap pemerintahan junta militer Myanmar pecah di seluruh negara pada Minggu, (8/8) dalam peringatan penindasan berdarah terhadap pemberontakan 1988 yang juga dilakukan oleh junta militer sebelumnya.

 

Setidaknya enam protes terjadi di seluruh wilayah Myanmar yang dilakukan oleh berbagai lapisan masyarakat terhadap kekuasaan Perdana Menteri Min Aung Hlaing yang merebut kekuasaan dari pemerintahan Aung San Suu Kyi menahan beberapa pejabat penting lainnya.

 

Min Aung Hlaing yang juga seorang jenderal senior militer Myanmar mengatakan pihaknya bertindak sesuai dengan konstitusi untuk menghapus pemerintahan Suu Kyi setelah memperdebatkan pemilihan yang dimenangkan partainya.

 

Banyak protes yang terjadi mengacu pada pemberontakan demokrasi '8-8-88' atau 8 Agustus 1988, yang dihancurkan oleh rezim militer saat itu. Penentang militer mengatakan sekitar 3.000 orang tewas selama tindakan kekerasan saat itu.

 

Utang lama dari 88 harus kita dapatkan semuanya saat ini.” Teriak pengunjuk rasa di kotapraja Wundwin di wilayah Mandalay.

 

Anti-protes lain di kotapraja Myaing menampilkan plakat bertuliskan: “Mari kita berjuang bersama menuju pembebasan '8.8.88' yang belum selesai.”

 

Pemberontakan 1988 pada saat itu merupakan tantangan terbesar bagi pemerintahan militer yang telah berlangsung sejak 1962.

 

Sumber: Reuters

 

Tags: Kudeta Pemerintahan Myanmar, Pemberontakan Myanmar, Militer KuasaiPemerintahan.

Reponsive Ads