Mobile Menu

navigasi

More News

Oposisi Malaysia Tolak Tawaran PM Muhyiddin untuk Dukungan Bipartisan

13.37

Berita 24 Indonesia - Partai oposisi Malaysia beserta sekutu utamanya menolak permohonan dukungan dari Perdana Menteri Muhyiddin Yassin yang sedang diperangi reformasi politik dalam tuntutan pengunduran dirinya.

 

Cengkeraman Muhyiddin pada kekuasaan Malaysia mulai goyah sejak Maret 2020 dengan berkurangan mayoritas dukungan dari partai koalisi yang tidak stabil.

 

Dia telah menentang desakan untuk mundur, namun tekanan pada kekuasaannya mencapai puncak setelah beberapa anggota parlemen dalam koalisinya yang berkuasa menarik dukungan.

 

Dalam pidato yang disiarkan televisi pada hari Jumat, (14/8) Muhyiddin mengakui untuk pertama kalinya bahwa ia tidak memiliki dukungan dan mendesak anggota parlemen oposisi untuk mendukungnya dalam mosi percaya untuk menopang pemerintahannya dan mencegah pemilihan.

 

Sebagai imbalan atas dukungannya, Muhyiddin berjanji untuk membatasi masa jabatan perdana menteri menjadi dua masa jabatan lima tahun, memperkenalkan undang-undang 'anti-hopping' untuk mencegah pejabat terpilih melompati partai, dan memastikan usia pemilih minimum adalah langsung diturunkan menjadi 18 dari 21.

 

“Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Malaysia di mana seorang perdana menteri mengakui bahwa dia telah kehilangan dukungan mayoritas namun terus secara terbuka meminta dukungan oposisi,” kata blok oposisi utama Pakatan Harapan dalam sebuah pernyataan Jumat malam.

 

Partai-partai oposisi dan sekutu utama Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) mengecam tawaran Muhyiddin merupakan sebagai bentuk ‘penyuapan’ kepada lawannya.

 

UMNO tidak dapat mempertimbangkan semua tawaran dari seseorang yang tidak lagi memiliki legitimasi sebagai perdana menteri,” kata presiden UMNO Ahmad Zahid Hamidi dalam sebuah pernyataan.

 

Sumber: Reuters

 

Tags: Pemerintah Malaysia, Pengunduran Diri Kepala Pemerintahan, PM Muhyiddin Yassin.

Komentar 0
Sembunyikan Komentar

0 σχόλια:

Posting Komentar