Mobile Menu

navigasi

More News

Kontaminan Vaksin Covid-19 Moderna Masih Dalam Tahap Penyelidikan

14.51

Berita 24 Indonesia - Program vaksinasi Jepang mendapatkan masalah serius ketika laporan kontaminasi dalam pasokan vaksin Covid-19 Moderna Inc meluas ke beberapa Prefektur di Jepang.

 

Kontaminasi pertama dilaporkan distributor lokal Moderna, Takeda Pharmaceutical Co, pada 16 Agustus. Hal itu menyebabkan ditemukannya 39 botol berisi bahan asing yang semuanya berasal dari lot yang sama sekitar 570.000 dosis.

 

Pada 26 Agustus, Jepang mengatakan bahwa, sebagai tindakan pencegahan, telah menghentikan penggunaan 1,63 juta dosis Moderna yang dikirim ke 863 pusat vaksinasi di seluruh negeri.

 

Menurut Kementerian Kesehatan zat hitam ditemukan di jarum suntik dan botol serta zat merah muda di jarum suntik lainnya.

 

Pusat vaksinasi di prefektur Okinawa melaporkan menemukan kontaminan dari lot keempat 3005293 dan di prefektur Gunma dekat Tokyo dari lot 3005236.

 

Pemerintah daerah untuk sementara menghentikan penggunaan lahan yang terkena dampak dari Okinawa dan Gunma. Kemudian, kementerian kesehatan dan Takeda mengatakan tidak ada masalah keamanan dan tidak diperlukan penangguhan penggunaan.

 

“Kasus-kasus Okinawa mungkin disebabkan oleh jarum yang dimasukkan secara tidak benar ke dalam botol atau mematahkan sumbat karet,” kata Menteri Kesehatan Norihisa Tamura kepada wartawan.

 

Kontaminan yang memicu penangguhan tiga lot pertama diyakini sebagai partikel logam, kata penyiar publik NHK, mengutip sumber kementerian kesehatan.

 

Kementerian belum secara resmi mengidentifikasi partikel, menunggu penyelidikan oleh Takeda, Moderna, dan mitra manufaktur kontrak Spanyol Rovi.

 

Rovi yang mengemas vaksin Moderna untuk pasar selain Amerika Serikat mengatakan bahwa batch tersebut didistribusi hanya di Jepang. Korea Selatan, yang juga menerima vaksin Moderna tidak terpengaruh.

 

Pekan lalu, regulator obat-obatan Uni Eropa mengatakan sedang menyelidiki insiden itu tetapi penilaian awal tidak menghasilkan alasan untuk mencari penangguhan sementara produksi.

 

Sumber: Reuters

 

Tags: Vaksin Moderna, Vaksinasi di Asia, Vaksin AstraZeneca, Vaksin Sputnik.

Komentar 0
Sembunyikan Komentar

0 σχόλια:

Posting Komentar