Page Nav

HIDE

Gradient Skin

Gradient_Skin

Responsive Ad

Konsul Haji KJRI Jeddah : Arab Saudi Masih Mengkaji Penggunaan Dosis Vaksin Sinovac dan Sinophram

Berita 24 Indonesia - Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali menggelar pertemuan dengan deputi urusan umrah kementerian haji dan umrah keraja...



Berita 24 Indonesia -
Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali menggelar pertemuan dengan deputi urusan umrah kementerian haji dan umrah kerajaan Arab Saudi Dr. Abdulaziz Wazzan di kantor kementerian haji dan umrah Arab,Saudi, Jeddah.

Pertemuan dilaksanakan pada tanggal 11 Agustus 2021, dan dihadiri oleh Konjen RI Eko Hartono, bersama dengan Koordinator perlindungan warga dan pelaksana staf teknis Haji 1 (P-STH 1).

Dalam pertemuan tersebut Endang Jumali menyatakan bahwa negara Arab Saudi masih melakukan kajian terkait penggunaan vaksin Sinovac dan Sinopharm

" Untuk vaksin Sinovac dan Sinopharm yang digunakan sejumlah negara, Kementerian Kesehatan Arab Saudi masih melakukan kajian. Dalam waktu dekat, akan dirilis hasilnya secara resmi " Jelas Endang Jumali, dikutip dari laman kemenag, Kamis (12/8/2021).

Dalam hal ini, kementerian haji dan umrah terus berkoordinasi dengan kementerian kesehatan Arab Saudi untuk memastikan apakah calon jemaah dari negara lain, termasuk Indonesia telah mendapatkan 2 dosis vaksinasi tersebut.

" Sementara Sinovac dan Sinopharm saat ini sudah diakui WHO, Kemenag terus berkoordinasi dengan Kemenkes RI dan Kemenlu RI untuk membahas bersama masalah pengguna vaksin ini " Sambung Endang.

Endang mengakatan dalam pertemuan tersebut menegaskan pemerintah Arab Saudi memprioritaskan keselamatan dan kesehatan Jemaah dalam pengaturan penyelenggara ibadah umrah di masa pandemi Covid-19.

Keselamatan dan kesehatan di pandemi saat ini menjadi hal yang utama, bukan kepentingan ekonomi dan bisnis semata.

" Pelaksana Ibadah Umrah dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat, misalnya; transportasi dalam kota hanya diisi 50% dari total kapasitas normal, dan akomodasi hotel dibatasi 2 oarang per kamar " Tegasnya.

Dilansir dari laman kemenag, terdapat 30 negara yang masih ditangguhkan masuk ke kerajaan Arab Saudi, yaitu; India, Pakistan, Indonesia, Mesir, Turki, Argentina, Brasil, Afrika Selatan, dan Lebanon.

Kemudian Vietnam, Korea Utara, Korea Selatan, dan Afghanistan.


(Sumber : Kementerian Agama)

Reponsive Ads