Mobile Menu

navigasi

More News

IAEA: Ada Indikasi Korea Utara Kembali Membuat Senjata Nuklir Plutonium

14.18

Berita 24 Indonesia -
Berdasarkan laporan dari Badan Pengawas Atom PBB Korea Utara telah memulai kembali membuat reaktor nuklir secara luas yang diyakini telah menghasilkan plutonium untuk senjata nuklir.

 

Sebelumnya, pada tahun 2009 Korea Utara mengusir Inspektur Badan Energi Atom Internasional di Pyongyang untuk mengawasi mereka. Korea Utara kemudian melanjutkan program senjata nuklirnya dan diketahui uji coba nuklir terakhirnya pada tahun 2017. Saat ini IAEA memantau Korea Utara dari jauh termasuk melalui citra satelit.

 

Tidak ada indikasi operasi reaktor dari awal Desember 2018 hingga 2021,” kata laporan IAEA tentang reaktor 5 megawatt di Yongbyon, sebuah kompleks nuklir di jantung program nuklir Korea Utara.

 

Namun, sejak awal Juli 2021 sudah ada indikasi, antara lain keluarnya air pendingin, sejalan dengan beroperasinya reaktor.

 

IAEA mengeluarkan laporan setiap tahun sebelum pertemuan negara-negara anggotanya secara online tanpa pengumuman. IAEA mengatakan ada indikasi di Yongbyon tentang kemungkinan pekerjaan pemrosesan ulang untuk memisahkan plutonium dari bahan bakar reaktor bekas yang dapat digunakan dalam senjata nuklir.

 

“Indikasi baru pengoperasian reaktor 5MW(e) dan Laboratorium Radiokimia (pemrosesan ulang) sangat meresahkan. Untuk jangka waktu tertentu, apa yang diduga sebagai pabrik pengayaan uranium di Yongbyon tidak beroperasi. Namun, ada juga kegiatan penambangan di tambang dan pabrik uranium di Pyongsan, tambahnya.

 

Sumber: Reuters

 

Tags: ReaktorNuklir, Senjata Nuklir, Bom Nuklir, Korea Utara.

Komentar 0
Sembunyikan Komentar

0 σχόλια:

Posting Komentar