Berita 24 Indonesia - Akibat adanya pandemi wabah virus corona yang terjadi diberbagai negara, meningkatkan permintaan akan segala hal sum...
Mulai dari tabung oksigen, konsentrator, hingga obat-obatan
untuk para pasien Covid-19. Selain itu juga, ada peningkatan permintaan
kebutuhan plasma untuk merawat pasien yang sedang dalam kondisi kritis.
Jika baru saja sembuh dari Covid-19 dan ingin mendonasikan plasma atau seseorang yang sedang mencari donor plasma, berikut panduan yang perlu diketahui tentang plasma, mengutip dari India Times.
Apa itu terapi plasma?
Seseorang yang sudah sembuh dari suatu penyakit, kemudian
menjadi pendonor plasma dengan mengambil darahnya dan disuntikkan ke pasien
dengan penyakit yang sama. Plasma mengandung antibodi yang dapat membantu
pasien melawan patogen mematikan yang menyusup ke sistem kekebalan mereka dan
mempercepat hingga meredakan gejala terhadap penyakitnya.
Demikian pula, terapi plasma dapat digunakan dalam
pengobatan terhadap pasien Covid-19. Darah pasien yang sembuh memiliki antibodi
terhadap virus. Setelah disuntikkan ke pasien yang masih terinfeksi,
memungkinkan tubuh melawan patogen.
Meskipun tidak ada konfirmasi apakah terapi plasma benar-benar menyembuhkan pasien Covid-19, penelitian telah menunjukkan bahwa terapi tersebut membantu orang pulih dan juga mempersingkat masa rawat inap pasien.
Siapa yang bisa menyumbangkan plasma?
Mengingat peningkatan kasus per harinya, terapi plasma untuk pasien Covid-19 telah disetujui. Orang yang telah pulih dari virus Corona dapat mendonasikan plasma mereka 28-30 hari setelah pemulihan.
Mereka harus berusia antara 18 - 60 tahun dan memiliki berat 50kg ke atas. Mantan pasien Covid-19 yang memiliki gejala seperti demam, pilek, batuk, dan sesak napas diharuskan untuk mendonasikan plasmanya, karena berkemungkinan besar mereka memiliki antibodi yang lebih kuat dibandingkan dengan pasien tanpa gejala.
Panduan untuk mendonasikan plasma
Jika Anda berencana untuk mendonasikan plasma, ada beberapa
hal yang perlu diingat. The Center telah menyediakan daftar hal yang boleh dan
tidak boleh dilakukan, yaitu sebagai berikut:
- Membawa hard copy hasil negatif Covid-19 (tes
RT-PCR) dalam waktu 4 bulan sejak hari donasi dan Kartu Aadhar (depan dan
belakang).
- Jika Anda tidak menunjukkan gejala, berikan donasi hanya
setelah 14 hari setelah hasil positif. Jika Anda mengalami gejala, Anda dapat
berdonasi setelah 14 hari penyembuhan gejala.
- Wanita hamil tidak diperbolehkan mendonasikan plasma
pemulihan Covid-19.
- Seseorang yang telah menerima vaksinasi Covid-19 tidak
akan bisa mendonasikan plasma selama 28 hari sejak tanggal vaksinasi.
- Seseorang tidak dapat berdonasi jika dia ditolak karena
kurangnya antibodi yang cukup di dalam darah.
- Silakan hubungi pihak berwenang rumah sakit terlebih
dahulu untuk mendapatkan informasi lain, melalui telepon.
