Page Nav

HIDE

Gradient Skin

Gradient_Skin

Responsive Ad

Ambil Alih Afghanistan, Negara mana yang Jadi Sekutu Taliban?

Berita 24 Indonesia - Banyak negara Barat yang telah menutup kedutaan mereka di Kabul setelah Taliban mengambil alih Kabul, Afghanistan, na...


Berita 24 Indonesia - Banyak negara Barat yang telah menutup kedutaan mereka di Kabul setelah Taliban mengambil alih Kabul, Afghanistan, namun sejumlah negara lain masih membuka pintu untuk kemungkinan menjalin hubungan Internasional dengan Taliban.

 

Dilansir dari BBC, Rusia mengatakan duta besar untuk Afghanistan, Dmitry Zhirnov akan segera bertemu dengan Taliban untuk mendiskusikan keamanan kedutaannya yang bakal tetap beroperasi. Moskow kemudian  menambahkan harapannya untuk mengembangkan hubungan dengan Taliban.

 

Hua Chunying juru bicara Kementerian Luar Negeri China mengatakan bahwa Beijing siap memperdalam hubungan bersahabat dan kooperatif dengan Afghanistan. China siap menyambut kesempatan ini untuk membangun hubungan mendalam dengan Taliban setelah membentuk pemerintahan.

 

Tidak seperti negara lain, China mendesak warga mereka untuk tidak keluar dari Afghanistan. Menurut laporan media setempat, Beijing tidak punya rencana mengevakuasi staf kedutaan mereka di Kabul.

 

Selain China dan Rusia, Iran secara implisit membuka peluang untuk menjalin relasi dengan Taliban. Presiden baru Iran, Ebrahim Raisi mengatakan kegagalan militer Amerika Serikat di Afghanistan akan memberikan peluang bagi perdamaian yang lebih langgeng di Afghanistan.

 

Kekalahan militer Amerika dan penarikan mundur mereka harus menjadi kesempatan untuk memulihkan kehidupan, keamanan, dan perdamaian yang langgeng di Afghanistan, kata Raisi dikutip dari stasiun TV pemerintah Iran.

 

Sumber: BBC News.com

 

Tags: Afghanistan vs Taliban, AS dan Sekutu, Perang Taliban.

Reponsive Ads