Page Nav

HIDE

Gradient Skin

Gradient_Skin

Responsive Ad

Petani China Kehilangan Mata Pencaharian Setelah Banjir di Henan

Berita 24 Indonesia - Henan merupakan tempat yang terkenal dengan pertanian dan peternakan yang memproduksi daging babi. Provinsi ini dilan...


Berita 24 Indonesia - Henan merupakan tempat yang terkenal dengan pertanian dan peternakan yang memproduksi daging babi. Provinsi ini dilanda hujan lebat pekan lalu yang memicu banjir bandang terburuk dalam sejarah bencana di China.

 

Cheng (47), seorang petani dari wilayah Henan yang berjalan di dalam air untuk menarik bangkai babi di belakangnya dengan tali yang diikatkan di pergelangan kaki untuk dibuang.

 

Lebih dari 100 babi Cheng tenggelam dalam banjir yang melumpuhkan provinsi Henan di China tengah pekan lalu dan juga semua mata pencaharian warga Henan yang sebagian besar menjadi petani dan peternak hilang seketika.

 

“Saya menunggu sampai ketinggian air turun untuk melihat apa yang harus dilakukan dengan babi yang tersisa. Mereka sudah berada di air selama beberapa hari dan tidak bisa makan sama sekali. Saya tidak berpikir satu babi pun akan tersisa.” Kata Cheng.

 

Peternakan Cheng adalah satu dari ribuan di Henan yang di mana sebagian besar dari 3.000 penduduk lainnya juga memelihara babi atau ayam atau menanam biji-bijian sebagai pekerjaan mereka.

 

Setelah air surut orang-orang membersihkan puing-puing melihat sisa-sisa yang bisa diselamatkan. Beberapa mengangkut dengan gerobak dorong membawa bangkai ayam dan babi yang mati.

 

Dilansir dari Reuters, sekitar 200.000 ayam dan 6.000 babi hilang dalam banjir. Di seluruh Henan, hujan telah membanjiri 1.678 peternakan dan membunuh lebih dari satu juta hewan ternak.

 

Meskipun produksi babi Cina menjadi semakin intensif dalam beberapa tahun terakhir, tetapi jutaan peternak kecil masih memainkan peran utama dalam memproduksi daging favorit negara itu.

Sumber: Reuters

 

Tags: Banjir Henan, Perubahan Iklim Global, Cuaca Ekstrem.

Reponsive Ads