Berita 24 Indonesia - Juru bicara panitia penyelenggara Masanori Takaya membenarkan laporan bahwa penyelenggara Olimpiade Tokyo membuang se...
Dalam konferensi
pers tersebut, Takaya meminta maaf atas nama penyelenggara Olimpiade karena
kurangnya kordinasi tentang pesanan makanan.
“Saya
meminta maaf, pada hari upacara pembukaan di Stadion Olimpiade karena banyaknya
staf yang bertugas dan tekanan pekerjaan yang besar, banyak
makanan yang tidak dimakan.” Kata Takaya.
Ia
menjelaskan, karena beban kerja yang berat bagi para relawan, mereka tidak
memiliki kesempatan untuk memakan makanan. Makanan yang dibuang tersebut telah diubah
menjadi pakan ternak dan digunakan untuk pembangkit listrik biomassa.
Takaya
mengungkapkan bahwa ada sekitar 20-30% makanan sisa di semua tempat, terutama
pada 23 Juli saat hari upacara pembukaan pertandingan.
Dia
berjanji untuk mengoptimalkan proses pemesanan dan memastikan volume yang
diperoleh lebih sesuai dengan apa yang akan dikonsumsi untuk mencegah
pemborosan.
Medali Olimpiade Tokyo dibuat dengan tempat tidur kardus bekas dan logam daur ulang. Hal ini
bertujuan untuk menjadi Olimpiade paling ramah lingkungan yang pernah ada.
Penyelenggara
telah menekankan pentingnya praktik berkelanjutan dengan slogan: “Be better,
together -- for the planet and the people.” Emisi karbon, energi, limbah,
dan makanan adalah salah satu topik lingkungan yang termasuk dalam Rencana
Keberlanjutan Tokyo 2020.
“Setiap
orang dapat berkontribusi untuk mengurangi kehilangan makanan. Pikirkan kata
'mottainai', dan mari kita coba untuk tidak membuang makanan.” Tulis situs
resmi Olimpiade Tokyo.
‘Mottainai’
adalah ungkapan penyesalan orang Jepang ketika sesuatu digunakan dengan
sia-sia.
Tags: Olimpiade Tokyo 2020, Jadwal Pertandingan Olimpiade, Perolehan Medali Olimpiade.