Page Nav

HIDE

Gradient Skin

Gradient_Skin

Responsive Ad

Memperingati Hari Tembakau Se-Dunia , Wakil Kemenkes : Pemerintah Berupaya Memastikan Masyarakat Untuk Memiliki Akses layanan Konseling Berhenti Merokok

Berita 24 Indonesia - Memperingati hari tembakau se-dunia yang jatuh pada tanggal 31 Mei, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan berd...


Berita 24 Indonesia - Memperingati hari tembakau se-dunia yang jatuh pada tanggal 31 Mei, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan berdasarkan data riset kesehatan dasar bahwa terdapat peningkatan prevalensi merokok penduduk umur 10 tahun din tahun 2013 dari 28.8%, meningkat menjadi 29.3% di tahun 2018. 

Untuk tahun ini, kebiasaan merokok tidak hanya menjadi masalah untuk orang dewasa, namun juga semakin marak pada kalangan anak-anak dan remaja. 

Hal tersebut terbukti di dalam data dari Kemenkes meningkat pada populasi usia 10 hingga 18 tahun, yakni sebesar 1.9%, ditahun 2013 7.2% ke tahun 2018 9.1%.

" Tahun ini kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung gerakan berhenti merokok dengan target meraih 5 juta orang perokok berkomitmen berhenti merokok apapun jenisnya " Kata Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, dikutip dari laman kemkes.go.id

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan bahwa Kemenkes bersama Pemda dan Mitra Pembangunan telah melakukan sejumlah startegi untuk mengendalikan produk rokok dan tembakau lainnya dengan pelarangan iklan rokok, promosi, dan sponsorship, serta perluasaan kawasan tanpa rokok (KTR). 

Selain memperkuatkan kebijakan tersebut, Kemenkes juga berupaya untuk menghadirkan pelayanan bagi masyarakat yang sudah terlanjur menjadi perokok untuk berhenti merokok dengan menyediakan akses layanan konseling  di fasilitas pelayanan kesehatan. 

" Pemerintah berupaya untuk memastikan seluruh masyarakat memiliki akses untuk berhenti merokok melalui layanan konseling berhenti merokok melalui telephone quit line berhenti merokok " tuturnya.

Kemenkes dalam tindakan ini harus optimis, walaupun tidak sedikit sebenarnya perokok yang ingin menghentikannya. 

Menurut Wamenkes dengan semakin berkurangnya jumlah perokok di Indonesia akan berdampak baik, bukan saja di sektor kesehatan, namun juga berdampak di sektor ekonomi seperti peningkatan derajat kesehatan masyarakat, menghemat pembiayaan negara dibidang kesehatan, dan menyelamatkan masa depan generasi bangsa.

" Komitmen berhenti merokok merupakan perubahan perilaku individu yang membawa dampak negatif bagi orang disekitarnya, oleh karenanya dukungan sosial, dukungan teman, keluarga, tenaga kesehatan diperlukan bagi para perokok untuk berkomitmen berhenti merokok " pungkasnya. 

(Sumber : Kementerian Kesehatan | Foto : Aksi World Healty Daya di Car Free Day oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof.Dr.Hamka, Jakarta 2018/Antania Hanjani)

Reponsive Ads