sumberphoto dari akun instagram @universitas_pamulang Berita 24 Indonesia, Banten - Kantor Wali kota Serang didatangi oleh Perwakilan dari ...
![]() |
| sumberphoto dari akun instagram @universitas_pamulang |
Para perwakilan tersebut mengadukuan Universitas Pamulang (Unpam) yang membuka kampus baru di kota Serang dengan harga murah. Kampus yang berlokasi di kecamatan Walantaka sudah beroperasi dengan biaya yang sangat murah, yakni Rp 150 ribu per bulan untuk setiap mahasiswa dan tidak ada biaya tambahan lain.
Hal ini tentu saja membuat APTSI merasa keberatan
dengan adanya kampus baru unpam tersebut. Sebab dikhawatirkan dengan harga yang
terlampau murah kampus-kampus swasta yang ada sebelum kampus tersebut hadir
akan sepi peminat.
“Kita juga tidak ingin membatasi atau Unpam tidak boleh beroperasi di sini karena sekarang ini sudah dibebaskan oleh pemerintah. Kita berterima kasih kalau pihak pengelola pendidikan tinggi mau berinvestasi di daerah-daerah, termasuk di Serang. Tentu saja harapan besar, tapi yang harus diperhatikan adalah keseimbangan atau kerja sama dengan kampus-kampus yang sudah ada. Jangan satu hidup, satu bermasalah,” Ujar Ketua APTSI, Abas Subarya setelah melakukan audiensi dengan walikota serang dikutip pada situs rmolbanten.com, Selasa (16/3/2021)
Abas menambahkan Pemda juga harus bisa bertindak,
dikarenakan yang menjadi perhatian untuk pemda tidak hanya pendidikan
SD,SMP,dan SMA saja.
"Pemda jangan dikira tidak ada kewenangan, karena
masyarakat yang harus diperhatikan bukan hanya SD, SMP sampai SMA saja. Ini
juga masyarakat pak wali yang akan mengadu nasib dengan berkompetensi siap
untuk diterapkan di masyarakat,” lanjutnya
Di lain pihak, Wali Kota Serang Syarif Syafrudin,
sebagai pihak yang mendengar audiensi tersebut akan menjadi penengah. Dia akan
memanggil pihak Unpam untuk bisa merundingkan masalah ini bersama.
"Nanti kita akan undang pihak Unpam,
dan dari asosiasi ini juga akan kita undang, Saya ingin Unpam jalan dan Perti
lainnya juga jalan. Dari pada kami mengakomodir 1 Perti tapi Perti lainnya
hancur,” tandasnya
Penulis : Rifqi Rahmatuloh Azis
Editor : Antania Hanjani
Sumber : rmolbanten.com
