Page Nav

HIDE

Gradient Skin

Gradient_Skin

Responsive Ad

Kementrian Kelautan dan Perikanan Mendorong Program Lumbung Ikan Nasional di Provinsi Maluku

Lumbung Ikan di Maluku sumber photo: Investor.id Berita 24 Indonesia - Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong program Lumbung Ik...




sumber photo: Investor.id
Lumbung Ikan di Maluku
sumber photo: Investor.id

Berita 24 Indonesia - Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong program Lumbung Ikan Nasional (LIN) di Maluku. Program ini dilakukan melalui program perencanaan ruang laut dengan membuat rencana Zonasi Kawasan Antar Wilayah (RZ KAW), Zonasi Kawasan Strategis Nasional (RZKSN), dan Kawasan Strategis Nasional Tertentu (KSNT).

Dalam program ini, KKP melakukan berbagai upaya lainnya. seperti mendorong kawasan konservasi perairan yang terus ditumbuhkan, baik yang dikelola oleh KKP maupun daerah. 

Hal ini, KKP dapat menjaga kearifan budaya masyarakat adat di Maluku, dan kekayaan laut di sekitarnya melalui pengakuan dan penetapan masyarakat hukum adat di Maluku. 

Dalam siaran pers Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor: SP.276/SJ.5/III/2021, TB Haeru Rahyu sebagai Direktur Jendral Pengelolaan Ruang Laut (Dirjel PRL) menyampaikan bahwa selaku pengampu ruang laut serta pihaknya berupaya untuk dapat memastikan agar penataan dan pengelolaan ruang laut, pesisir, dan pulau-pulau kecil lainnya. berharap dapat terwujudnya program LIN yang ditargetkan oleh Presiden RI Jokowi Dodo yang beroperasi pada tahun 2023 mendatang. 

"Peran Ditjen PRL dalam program LIN ini adalah untuk mengatur ruang laut di Maluku sehingga ada alokasi ruang untuk pelabuhan, penangkapan ikan, budidaya, serta alur pelayaran" Kata TB Haeru Rahyu saat konfersi pers, Rabu (17/3/2021). 

Sorong Santoso Budi Widiarto sebagai Kepala Loka Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (LPSPL) menyampaikan bahwa untuk mendukung program LIN saat ini di Kab. Seram Bagian Barat memiliki dua kawasan terhadap konservasi yaitu Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Marsegu luas 16.000 hektare dan Taman Pulau Kecil (TPK) Buano luas wilayah 31.820,89 hektare.

"TPK Buano memiliki sub zona budidaya yang berada di area Selat Valentine sebelah barat dengan luas 31,57 hektare. Bagian barat memiliki zona budidaya sebesar 14.701,11 hektare atau setara dengan 8% dari total luas zona budidaya di Provinsi Maluku" ungkap Kepala LPSPL. 

Selain itu, Abdul Haris sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku menjelaskan bahwa program LIN diperuntukan bagi kesejahteraan rakyat di Maluku sebagai wujud dinamisnya kebijakan ketahanan pangan, dan juga merupakan pusat pertumbuhan ekonomi perikanan nasional. 

Pengelolaan tersebut menerapkan sistem gugus pulau yang terdapat dari 12 gugus pulau, diantaranya dengan menetapkan pulau Ambon sebagai hub atau daerah penyangga yang memiliki pusat pengumpul serta pusat produksi. 

Informasi Program LIN sebegai program nasional yang telah dirancang oleh pemerintah pusat sejak tahun 2010. tujuan program ini KPP bersama pemerintah provinsi Maluku dapat menjadikan kawasan Indonesia Timur sebagai produsen perikanan terbesar di Indonesia. 

Penulis : Antania Hanjani

Reponsive Ads