Sumber: oto.com Berita 24 Indonesia - Mentri perindusrian (Menperin) Agus Guniwang Kartasasmita dalam kunjungan kerja di Jepang menyampaik...
![]() |
| Sumber: oto.com |
Pada pertemuan dengan principal Honda Motor Company. Ltd. Perusahaan ini berkomitmen menanamkan investasi sebesar Rp. 5,2 Triliun di Indonesia. Sementara itu, Suzuki Motor Corporation mempunyai rencana menginvestasikan Rp.1,2 Triliun. Adapun Toyota Motor Corporation Merealisasikan investasi yang sudah ada untuk kendaraan elektrifikasi, sebesar Rp. 28 Triliun. Kemudian, Mitsubishi Motor Corporation mempunyai rencana investasi sebesar Rp. 11,2 Triliun yang digunakan unutk membuat fasilitas kendaraan Hybrid. Tutur Agus Gumiwang yang dikutip dari situs oto.com.
"Investasi Honda termasuk untuk pengembangan kendaraan model baru. Honda juga memiliki komitmen untuk ekspansi pengembangan ekspor komponen. Yakni kendaraan yang diproduksi di Indonesia sebagai bagian global supply chain bagi sembilan negara. Di antaranya, Malaysia, Vietnam, Thailand, Pakistan, Saudi Arabia dan Jepang sendiri," ucap Menperin dalam situs oto.com. Namun ia tidak menyebutkan secara spesifik model yang dimaksud
Honda akan memindahkan lokasi fasilitas produksi yang semula
di India ke Indonesia dan berkomitmen untuk mengembangkan mobil listrik di
Tanah Air. Perusahaan ini juga akan membuka pasar ekspor ke negara tujuan baru
seperti Afrika Selatan, Meksiko, Amerika Utara, dan Amerika Selatan. Mereka menyiapkan
model kendaraan baru yang kan di produksi disini dan akan diekspor ke-31negara.
Perusahan Suzuki pun tak mau kalah dengan meng investasikan
dana sebesar Rp 1,2 Triliun. Dana tersebut untuk mengembangkan produk MPV
sepert Ertiga serta produk SUV XL7. Mobil-mobil ini akan disiapkan sebagai
tujuan ekspor pasar Asia dan Amerika Latin.
![]() |
| Gambar 2 Pertemuan Menperin dengan Mentri METI Sumber: oto.com |
Pada kesempatan ini juga Menperin bertemu dengan Minister of
Economy,Trade, and Industry (METI) Jepang, Kajiyama Hiroshi. Pembahasan kali
ini terkait dengan hubungan diplomatic kedua negara. Khususnya dalam program
kerjasama new MIDEC dibawah kerjasama bilateral IJEPA. Pada kesempatan ini pula
kementrian meminta Jepang untuk mendorong perusahaan – perusahaan Jepang, agar
melihat Indonesia sebagai negara tujuan investasi yang baik. Disamping itu
mentri METI mengapresiasi UU Cipta Kerja dan juga relaksasi PPnBM mobil baru.

