sumber : newsurban.id Berita 24 Indonesia - Ekonom makr...
sumber : newsurban.id
Berita 24 Indonesia - Ekonom makro ekonomi dan pasar keuangan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) Teuku Riefky mengatakan investasi asing harus diperbanyak di Indonesia khususnya di bidang teknologi.
Riefky menilai ekonomi Indonesia saat ini sedang anjlok akibat pandemi. Tidak cukup hanya mengandalkan investor domestik, Indonesia juga memerlukan investor asing. Walaupun tidak mudah menarik investor asing terlebih kemudahan berbisni Indonesia juga masih belum begitu baik. Peringkat kemudahan berusaha atau Ease of Doing Business (EoDB) Indonesia bertahan di level 73 dalam kurun waktu 3 tahun terakhir. Rendahnya peringkat tersebut menjadi acuan untuk investor dalam menentukan tempat investasi.
Ada beberapa alasan Indonesia menempati peringkat yang rendah itu. Riefky memaparkan alasan tersebut diantaranya biaya tenaga kerja yang mahal namun keahlian yang tidak mumpuni, lalu proses perizinan yang dinilai masih sangat lambat serta diperlukan perbaikan dalam hal fiskal baik berupa kebijakan pajak maupun bea cukai.
BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) telah diinstruksikan agar bisa menarik investor asing khususnya di bidang teknologi dan inovasi. Indonesia sebagai negara berkembang dinilai perlu teknologi yang lebih canggih dari negara asing. Masuknya investasi asing sangat dibutuhkan saat ini untuk mengakselerasi pertumbuhan Indonesia. Terlebih target investasi cukup besar yaitu Rp900 triliun. Sehingga topik investor asing perlu pembahasan yang serius.
