Page Nav

HIDE

Gradient Skin

Gradient_Skin

Responsive Ad

Kisah Kopi Indonesia di Berlin

Berita 24 Indonesia - Kisah Kopi Indonesia di Berlin. Jerman adalah negara pengimpor biji kopi terbesar di dunia setelah Amerika Serikat. D...


Berita 24 Indonesia
- Kisah Kopi Indonesia di Berlin. Jerman adalah negara pengimpor biji kopi terbesar di dunia setelah Amerika Serikat. Dari jumlah impor kopi di Jerman, peringkat satu adalah Brazil dan diikuti oleh Vietnam. Indonesia hanya berada di peringkat ke-9 dengan jenis kopi indikasi geografis arabika seperti Gayo, Lintong, Mandailing, Preanger, Bajawa dan Bali yang termasuk dalam specialty coffee. Di lain pihak, kopi Brazil dan utamanya Vietnam yang masuk ke pasar Jerman adalah robusta yang harganya lebih murah dari Arabika. 
Kini, KBRI Berlin mengembangkan strategi promosi kopi dengan beberapa cara.

Pertama, KBRI Berlin mengikuti kursus pengetahuan kopi dan menjadi barista di rumah coffee roastery paling besar di Berlin.

Kedua, melakukan pertemuan virtual antara asosiasi kopi dan importir Jerman dengan asosiasi kopi dan eksportir Indonesia. 

Ketiga, menyelenggarakan promosi bersama dengan dua pengusaha distributor kopi Indonesia yaitu My Bali Coffee dan PT Nabu Kopi Ranah Indonesia di dua pasar swalayan terbesar di Jerman yaitu EDEKA dan REWE.

Keempat, promosi kopi melalui Jazz Radio di Jerman dimana para radio DJ akan disuguhi kopi Indonesia dan dilanjutkan dengan wawancara tentang kopi Indonesia.

Kelima, promosi kopi bersama dengan coffee roastery Jerman yang memiliki pangsa pasar tersendiri di Jerman.

Keenam, promosi kopi di acara global Hannover Messe 2021,

Ketujuh, promosi kopi di industri kapal pesiar Jerman.

Dubes RI Jerman, Arif Havas Oegroseno dalam kesempatan promosi kopi di Swalayan REWE hari Sabtu tanggal 7 November 2021, menyatakan “tujuh strategi tersebut mungkin yang pertama kalinya dilakukan oleh perwakilan RI di luar negeri. 

Masa pandemi ini tidak mengganggu pemasaran kopi di Jerman. Data survey Deutscher Kaffeeverband menyimpulkan bahwa 72% orang Jerman mengkonsumsi kopi di rumah, 21,8% menikmati kopi ketika bekerja atau di cafe, dan sisanya 5,7% menikmati kopi bersama kerabat dan teman. Inilah mengapa perdagangan kopi di Jerman tidak terlalu terpengaruh oleh aturan pembatasan sosial selama pandemi.

Reponsive Ads