Page Nav

HIDE

Gradient Skin

Gradient_Skin

Pakar Komunikasi Di Seminar Online Uhamka: “Critical Thinking Itu Perlu!”

Berita24.com -  Jakarta (4/7), program studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAM...

Berita24.comJakarta (4/7), program studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (FISIP UHAMKA) mengadakan seminar online bertema Pengembangan Kurikulum Ilmu Komunikasi dalam Mempersiapkan Dunia Kerja di Era Revolusi Industri 4.0. Seminar online yang umum disebut webinar ini, diadakan sekaligus memperingati Milad ke-22 FISIP UHAMKA.Dihadiri 157 orang dari kalangan dosen berbagai Universitas di Indonesia, praktisi, hingga mahasiswa, seminar tersebut berlangsung dari pukul 13.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.
Webinar yang berlangsung menggunakan media Zoom tersebut mengundang beberapa pakar terkait dunia kerja di bidang Ilmu Komunikasi. Yakni, Rektor Universitas Moestopo (Beragama) Rudy Harjanto, praktisi public relation Nico Wattimena, Pemimpin redaksi Metro TV Arief Suditomo, hingga CEO TIRTO.ID Sapto Anggoro. Para pakar ini berbicara tentang berbagai bidang  ilmu seperti, periklanan, jurnalistik, public relation atau kehumasan, hingga penyiaran.
Dalam seminar, Rudy Harjanto sebagai pemateri pertama menyampaikan perlunya merancang kurikulum untuk mempersiapkan lulusan agar memiliki keterampilan yang sesuai dengan zamannya, kreatif, dan mengerti etika. Rektor yang juga mengajar di beberapa kampus tersebut, menceritakan bagaimana mahasiswa era gen Z saat ini sangat kritis cara berpikirnya, sehingga banyak hal baru yang bisa didapatkan dengan sharing bersama mahasiswa.
Tidak berbeda dengan pembicara pertama, Nico Wattimena juga sepakat mengenai pentingnya berpikir kritis bagi mahasiswa Ilmu komunikasi. Masa depan PR akan lebih kompleks dari yang ada saat ini. Sehingga, PR tidak hanya wajib menguasai teknik menulis press release, tetapi juga harus menguasai berbagai disiplin ilmu yang lain seperti marketing dan promosi.
Sebagai orang yang puluhan tahun berada di dunia penyiaran, Arief Suditomo berpesan, “Mahasiswa di masa depan harus memiliki kemampuan berbahasa inggris yang mumpuni, ini untuk menunjang skill berkomunikasi dan juga mengakses bahan bacaan,” tuturnya. Tidak hanya itu, menurutnya mahasiswa akan semakin mampu berpikir kritis jika didukung dengan banyak referensi bacaan.
Sebagai penutup, Sapto Anggoro pendiri TIRTO.ID berbicara masalah kesiapan jurnalis di era revolusi industri 4.0, kedepannya akan bisa terintegrasi dengan statistic dan researcher, untuk menghasilkan report yang berbasis data dan analisa. Dalam diskusi, Sapto mengatakan, “Yang paling penting dimiliki oleh seorang mahasiswa ialah critical thinking! Sebab itulah yang membedakan manusaia dan robot di masa depan nanti,” tegasnya. [wna]