Gunung Merapi. Foto: pegipegi.com Berita24.com – Gunung Merapi di perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta kem...
![]() |
| Gunung Merapi. Foto: pegipegi.com |
Berita24.com – Gunung Merapi di perbatasan Provinsi Jawa
Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta kembali erupsi dengan tinggi kolom
mencapai 1.500 meter di atas puncak, Minggu (29/3) dini hari, dilansir Antara.
Berdasarkan akun twitter Balai Penyelidikan dan Pengembangan
Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) yang dipantau di Yogyakarta, menyebutkan
bahwa letusan Gunung Merapi yang terekam di seismogram pada pukul 00.15 WIB itu
memiliki durasi 150 detik dengan amplitudo 40 mm.
“Teramati tinggi kolom erupsi 1.500 meter,” sebut BPPTKG. Disebutkan juga bahwa arah angin saat terjadi letusan ke barat.
Pada Sabtu (28/3) pagi, gunung berapi aktif itu juga
mengalami erupsi pada pukul 05.21 WIB dengan tinggi kolom 2.000 meter, pada
Sabtu (28/3), pukul 19.25 WIB kembali meletus dengan ketinggian kolom sekitar
3.000 meter dari puncak.
Merapi juga mengalami erupsi dua kali pada Jumat (27/3).
Erupsi pertama terjadi pada pukul 10.46 WIB dengan tinggi kolom 5.000 meter dan
disusul erupsi berikutnya pada pukul 21.46 WIB dengan tinggi kolom 1.000 meter.
Hingga saat ini, BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi
pada level II atau Waspada, sedangkan untuk sementara tidak merekomendasikan
kegiatan pendakian, kecuali untuk kepentingan penyelidikan serta penelitian
yang berkaitan dengan mitigasi bencana.
Masyarakat juga diimbau tidak melakukan aktivitas dalam
radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi.
“Tetap tenang 'nggih' warga Merapi. Tetap waspada namun
jangan panik. Tingkat aktivitas waspada (level II). Jarak bahaya dalam radius
tiga kilometer dari puncak Merapi. Di luar radius tersebut masyarakat dapat
beraktivitas seperti biasa,” tulis akun
resmi BPPTKG.
