Perdana Menteri Korea Utara, Kim Jae Ryon, kanan atas, mengadakan pertemuan di markas darurat anti-epidemi di Pyongyang, Korea Utara. F...
![]() |
|
Perdana Menteri Korea Utara, Kim Jae Ryon, kanan atas,
mengadakan pertemuan di markas darurat anti-epidemi di Pyongyang, Korea Utara. Foto: dailymail.co.uk
|
Berita24.com – Seorang pejabat Korea Utara telah dieksekusi
karena pergi ke pemandian umum sementara dia seharusnya dikarantina karena
diduga telah terinfeksi virus korona, dilansir Daily Mail.
Pejabat perdagangan itu ditangkap dan langsung ditembak
setelah mengambil risiko penyebaran virus korona dengan mengunjungi pemandian
umum.
Sebelumnya pejabat itu ditempatkan dalam isolasi setelah
melakukan perjalanan ke China, perintah Kim Jong-un.
Korea Utara belum mengkonfirmasi kasus virus tersebut, tetapi
telah mengambil langkah drastis untuk menghentikan penyebarannya di
perbatasannya dengan China.
Sedangkan pejabat lain yang bekerja di Badan Keamanan
Nasional Korea Utara diturunkan jabatannya di pertanian karena diam-diam
melakukan perjalanan ke China.
Pemerintah Korea Utara telah mengklaim bahwa tidak ada kasus
virus korona dalam perbatasannya namun hal ini masih belum diverifikasi secara
independen.
Akan tetapi, klaim itu disambut skeptis oleh mereka yang
berada di luar negeri. Khususnya yang berada di daerah perbatasan dengan China
dimana puluhan ribu kasus korona telah terkonfirmasi.
