Page Nav

HIDE

Gradient Skin

Gradient_Skin

Pages

Hasil Survei, Jakarta Peringkat 10 Kota Macet di Dunia

Foto : Fahrullah/B24 Berita24.com -Hasil survei lembaga lalu lintas dari Inggris Tomtom kembali rilis indeks lalu lintas Jakarta masuk k...

Hasil Survei, Jakarta Peringkat 10 Kota Macet di Dunia
Foto : Fahrullah/B24
Berita24.com -Hasil survei lembaga lalu lintas dari Inggris Tomtom kembali rilis indeks lalu lintas Jakarta masuk ke peringkat 10 kota termacet di Dunia. Survei yang dilakukan Tomtom melibatkan setidaknya 416 kota dari 57 negara di enam benua.
Hasil Survei, Jakarta Peringkat 10 Kota Macet di Dunia
Foto Udara Kemacetan di Jalan Protokol Semanggi, Jakarta Selatan. Lembaga Pemantau Kemacetan Lalu Lintas TomTom, Jakarta berada di posisi 10 kota termacet di dunia pada 2019 dengan indeks kemacetan 10 persen. Jakarta, Kamis (6/2/2020).Fahrullah
Dengan Jakarta menempati peringkat 10, berarti Jakarta telah turun tiga peringkat. Jakarta menempati urutan tujuh kota termacet dunia pada tahun 2018.
Hasil Survei, Jakarta Peringkat 10 Kota Macet di Dunia
Kemacetan di Jalan Protokol M.H Thamrin, Jakarta Pusat. Lembaga Pemantau Kemacetan Lalu Lintas TomTom, Jakarta ada di posisi 10 kota termacet di dunia pada 2019 dengan indeks kemacetan 10 persen. Jakarta, Kamis (6/2/2020). Fahrullah
Hasil survei TomTom (TomTom Traffic Index) di 2019 ini disebut melibatkan setidaknya 416 kota dari 57 negara di enam benua.
Hasil Survei, Jakarta Peringkat 10 Kota Macet di Dunia
Kemacetan di Jalan Protokol Tebet , Jakarta Selatan. Lembaga Pemantau Kemacetan Lalu Lintas TomTom, Jakarta ada di posisi 10 kota termacet di dunia pada 2019 dengan indeks kemacetan 10 persen. Jakarta, Kamis (6/2/2020). Fahrullah
Meski turun dari 3 peringkat menjadi peringkat 10 , kemacetan di Jakarta tidak menurun. Pada tahun 2018, tomtom menyebut tingkat kemacetan Jakarta sebesar 53 persen.

TomTom mencatat, pada hari kerja atau weekdays, puncak kemacetan di pagi hari terjadi pada setiap Senin pukul 7-8 pagi.Tingkat kemacetan pada jam tersebut mencapai 65 persen.Ia meminta warga Jakarta menghindari waktu itu untuk kenyamanan Jakarta, Kamis (6/2/2020). Fahrullah

Iklan Halaman Depan