Kepala Badan POM RI Penny K.Lukito bersama perwakilan peneliti bisnis dan pelaku usaha berfoto bersama usai minum bersama pada Bursa Penel...
Berita24.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menggelar kegiatan Bursa Hilirisasi Inovasi Herbal Indonesia 2020 di Balai Kartini, Jakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai peneliti dari instansi pendidikan seperti sekolah menengah dan perguruan tinggi serta instansi lain, yang mengkaji tentang produk herbal.
"Ini adalah event pertama kali di Indonesia yang mendorong pengembangan ekonomi produktif secara bersama-sama dari lintas sektor, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah," ujar Kepala BPOM Penny K. Lukito.
Menurut Penny, sudah tugas BPOM untuk memfasilitasi perkembangan obat berbahan baku herbal untuk mendukung akses dan kemandirian bangsa Indonesia di bidang farmasi.
Maka dari itu, melalui kerjasama dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, BPOM membentuk Satgas Percepatan dan Pemanfaatan Fitofarmaka yang juga menjadi tindak lanjut dari Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan.
"Satgas ini membuka forum dialog, menyampaikan researches (penelitian) yang ada, mempertemukan peneliti obat herbal dengan industri yang akan mengkomersilkan menjadi produk obat herbal yang berkualitas," ungkap Penny.
Acara ini tak hanya menyuguhkan beragam peneliti yang memamerkan produk herbal, tetapi juga terdapat panggung edukasi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang potensi herbal, serta ada program konsultasi layanan publik BPOM bagi yang ingin berkonsultasi.
