Aksi unjuk rasa masyarakat Iran di Kedutaan AS atas tewasnya Jenderal Qassem Soleimani. Foto: Reuters Berita24.com – Warga Amerika S...
![]() |
| Aksi unjuk rasa masyarakat Iran di Kedutaan AS atas tewasnya Jenderal Qassem Soleimani. Foto: Reuters |
Berita24.com – Warga Amerika Serikat (AS) mengaku geram soal
perbuatan Presiden AS, Donald Trump, yang memerintahkan militer AS untuk
melakukan serangan udara yang menewaskan komandan militer Iran, Qassem
Soleimani, dilansir Reuters.
Jajak pendapat publik menunjukkan orang Amerika pada umumnya
menentang intervensi militer AS ke negara lain dan memicu konflik.
Sementara, sebuah survei tahun lalu oleh Dewan Chicago
Urusan Global menemukan hanya 27% orang Amerika percaya intervensi militer membuat
Amerika lebih aman, dan hampir setengahnya mengatakan perbuatan tersebut
membuat negara itu kurang aman.
Calon presiden dari Partai Demokrat yang merupakan oposisi dari
partai Trump, mengecam serangan udara tersebut dan mengatakan bahwa keputusan Trump sangat gegabah dan dapat memicu perang.
Sedangkan, Senator Liberal AS, Elizabeth Warren, menyatakan
bahwa Amerika tengah berada di ambang perang karena perbuatan presiden yang
sembrono.
Pembunuhan Soleimani, yang dianggap sebagai tokoh paling
kuat kedua di Iran, merupakan peningkatan tegangan konflik di Timur Tengah
antara Iran dan Amerika Serikat serta sekutunya. Hal tersebut dikhawatirkan
akan berimbas buruk tidak hanya bagi kedua negara, namun juga negara-negara
lain di dunia.
